11 Oktober 2020

Misbakhun Nilai UU Cipta Kerja Jadi Harapan Baru Bagi Sistem Investasi Indonesia

Berita Golkar - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), Mukhamad Misbakhun menilai, Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) akan membawa dampak positif bagi sistem investasi di Tanah Air.

"Berkaitan dengan investasi, saya yakin Undang-Undang Cipta Kerja memberikan harapan baru terhadap kenaikan investasi kita," ungkap Misbakhun kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (10/10).

Dia menjelaskan, pemerintah tidak mengenakan pajak atas keuntungan atau pembagian laba perusahaan yang biasa dinamakan deviden, sebagai sebuah insentif.

Baca Juga: BIN Kantongi Dalang Demo Omnibus Law, Dave Laksono Minta Segera Diproses Sesuai UU Yang Berlaku

"Pemerintah memberikan insentif, seperti deviden (laba) yang dibayarkan kepada pemegang saham, dan di investasikan kembali ke Indonesia, maka mereka (para pengusaha dan pemegang saham) bukan menjadi objek pajak," ucap Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar itu.

Dengan begitu, lanjutnya, para pemegang saham yang mendapat deviden akan menginvestasikan lagi. Penjelasan ini disampaikan Misbakhun menjawab kekhawatiran publik, bahwa keuntungan investor lari ke luar negeri. Sehingga, akan merugikan Indonesia karena dana tidak berputar lagi di Tanah Air.

Misbakhun menuturkan, insentif itu merupakan upaya besar dan fundamental dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sistem investasi di Indonesia. "Ini secara langsung akan dirasakan para investor. Dan kecenderungannya akan menginvestasikan kembali dan dikenakan pajak 0 persen," sambungnya.

Baca Juga: Melki Laka Lena Ungkap DPR dan Pemerintah Sudah Tampung Aspirasi Buruh Dalam 14 Pertemuan

Misbakhun meyakini apabila pajak yang dikenakan 0 persen atas deviden sebuah perusahaan, maka akan semakin banyak investor yang menanamkan investasi di Indonesia. Dan, bakal membuka lapangan kerja baru setelah adanya UU Cipta Kerja.

"Dengan adanya investasi, Pemerintah akan dapat dari perputaran pajak penghasilan, dan pajak pertambahan nilai dari investasi yang masuk," terang Misbakhun. {rmco}

fokus berita : #Misbakhun