12 Oktober 2020

Sebut Danny Pomanto Gagal, Erwin Aksa Nilai Kota Makassar Butuh Pemimpin Baru

Berita Golkar - Pengusaha nasional Erwin Aksa menilai pembangunan di kota Makassar tidak berjalan di bawah kepemimpinan Danny Pomanto. Dia mengatakan, calon wali kota pejawat tersebut hanya menebar mimpi namun minim perencanaan bahkan eksekusi.

"Danny gagal memimpin Makassar. Banyak mimpi dia tidak terlaksana karena dia tidak mengerti dan tahu perencanaan bahkan eksekusi," kata Erwin dalam keterangan, Ahad (11/10).

Sebagai putra daerah, Ermin mengaku prihatin dengan tata ruang dan letak kota Makassar yang amburadul dan dirusak. Politikus Golkar ini mengatakan, tidak ada sesuatu monumental yang berhasil dikerjakan selama era kepemimpinan Danny yang dia dinilai telah gagal total.

Baca Juga: Ingin Lampaui Perolehan Suara Jokowi di Pilkada 2010, Gibran Targetkan 92 Persen Suara

Dia mengatakan, proyek reklamasi di teluk Makassar dinilai pemerhati lingkungan merusak sistem biota laut hingga merugikan nelayan. Lanjutnya, persoalan reklamasi di kota Makassar tidak terlepas dari perencanaan Danny ketika menjadi urban planner sebelum menjabat wali kota. "Tapi banyak yang tidak dipelajari aspek lingkungan dan juga perizinan yang baik," katanya.

Erwin memandang, kemajuan ekonomi dan peradaban Makassar dari sisi sejarah tak terlepas dari peran para saudagar dan masyarakatnya yang berjiwa pedagang. Hal tersebut bertolak belakang dengan klaim yang selama ini digaungkan bahwa Makassar berubah wujud menjadi kota dunia dan disegani di kancah nasional khususnya Indonesia timur karena pengaruh keberhasilan walikotanya.

Seperti diketahui, pemilihan wali kota Makassar tahun ini menghadirkan empat pasangan kandidat. Mereka bertarung berebut suara masyarakat pada 9 Desember mendatang.

Baca Juga: HWK Optimis Menangkan Irianto Lambrie-Irwan Sabri di Pilgub Kaltara

Diketahui, pasangan calon Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi diusung koalisi Gerindra, Nasdem dan PBB. Pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando didukung oleh Demokrat, PPP, Perindo dan PSI.

Sedangkan pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda dimotori oleh PDIP, Hanura, PKB dan Garuda. Sementara pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid disokong kekuatan koalisi Golkar, PKS, PAN, Berkarya dan PKPI. {republika}

fokus berita : #Erwin Aksa #Danny Pomanto