12 Oktober 2020

Hetifah Nilai Aturan Gubernur Anies Terkait Pembelajaran Tatap Muka Bikin Bingung Warga DKI

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku bingung dengan pemikiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal itu terkait dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 101/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19.

Pasalnya, aturan itu dinilai multitafsir dan dianggap banyak pihak cukup aneh. Aturan dimaksud itu tertuang dalam Pasal 9. Pada Ayat 1 dijelaskan protokol kesehatan wajib dijalankan oleh siswa dan juga guru serta aturan protokol kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: MDI Indramayu Apresiasi Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja Oleh DPR

Sedangkan Ayat 2 menyatakan, bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai protokol pencegahan Covid-19 di sekolah dan di institusi lainnya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan. Hetifah Sjaifudian mengaku bingung dengan maksud frasa “ditetapkan dengan keputusan kepala Dinas Pendidikan”.

“Peraturan gubernurnya saya belum lihat aturan ini, dengan keputusan kepala dinas itu gimana? Itu membuat bingung,” ucap Hetifah, Minggu (11/10/2020).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, saat ini wilayah DKI Jakarta masih zona merah Covid-19. Sehingga seharusnya Gubernur Anies Baswedan merujuk pada peraturan menteri.

Baca Juga: Depinas SOKSI Minta Aparat Tidak Berlaku Represif Terhadap Para Pendemo UU Cipta Kerja

“Sekarang Jakarta masih merah kan, kalau masih merah udah pasti dong menurut peraturan menteri itu aja ikutin. Kalau menurut aturan menteri, dengan SKB empat menteri itu kalau sudah zonanya kuning, boleh melakukan tatap muka dengan syarat-syarat,” jelasnya.

Adapun syarat dalam peraturan menteri mengenai sistem belajar mengajar itu meliputi persetujuan orangtua dan kebijakan sekolah.

“Bahkan kalau kepala dinas pendidikan bilang iya, kalau misalnya sekolah masih belum nyaman, membuka sekolah bahkan kalaupun sekolah sudah bisa, tapi orangtua masih belum rela mengirimkan anaknya ke sekolah, tetap saja belajar di rumah,” papar dia.

Baca Juga: Syaf Lubis Ajak Kader Golkar Medan Perjuangan Menangkan Bobby Nasution

Dia menekankan bahwa seharusnya dalam membuat aturan tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek. Untuk Jakarta misalnya yang masih masuk dalam zona merah belum diperkenankan membuka sistem belajar tatap muka.

“Dan gubernur soal Covid-19 pun bukan gubernur sendirian kan, ada juga tim satgas Covid-19 setempat ini zonanya apa. Jadi sebenernya kalau di Jakarta masih belajar dari rumah. Sebenernya enggak usah bingung gitu,” katanya.

Untuk itu, ia menyatakan akan lebih dulu mengecek pergub dimaksud.  Jika memang dirasa kurang pihaknya akan memberikan masukan kepada Anies Baswedan. “Enggak usah dijadikan warga bingung untuk sekarang,” tandasnya. {pojoksatu}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah #Anies Baswedan