13 Oktober 2020

Jika Terpilih Lagi, Thoriq Husler Janji Bangun Rumah Sakit di Pinggir Jalan Poros Towoti dan Malili

Berita Golkar - Kandidat petahana Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler, berjanji akan meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan, jika dirinya kembali terpilih pada Pilkada Luwu Timur, 9 Desember 2020 mendatang.

Husler menegaskan, jika terpilih dirinya akan membangun dua rumah sakit, masing-masing di Kecamatan Towoti dan Kecamatan Malili (Atue). Rencananya rumah sakit tersebut, akan dibangun di pinggir jalan poros.

Tidak hanya itu, dirinya juga menjelaskan jika pihaknya juga akan menambah tenaga kesehatan, demi mewujudkan program peningkatan pelayanan kesehatan tersebut.

Baca Juga: Politisi Golkar Suryadi Jadi Penerjemah Dadakan Wakil Walikota Sofyan Edi Jarwoko di Lesanpuro

Hal itu disampaikan Husler saat kampanye dialogis di Desa Nikel, Kecamatan Nuha, Sabtu (10/10/2020) lalu. Pada kesempatan ini, petahana menjelaskan program dalam visi dan misinya yang saling berkaitan, berkesinambungan dan berkelanjutan.

 

Dihadapan masyarakat Desa Nikel, Husler juga berjanji akan fokus meningkatkan kualitas pendidikan, dengan melanjutkan program pendidikan gratis hingga tingkat SMA.

Sebab katanya, hingga saat ini program pendidikan gratis tingkat SD dan SMP, hingga program beasiswa untuk mahasiswa asal Luwu Timur, telah memberikan banyak manfaat kepada para pelajar.

Baca Juga: Jadi Tantangan Pemprov DKI, Fraksi Golkar Minta Penanganan Banjir Tak Dinomorduakan

“Program beasiswa kita arahkan pada bidang studi yang menjadi kebutuhan masyarakat Luwu Timur, misalnya tenaga kesehatan agar setelah selesai (kuliah, red) bisa mengabdi di Luwu Timur,” katanya.

Sementara untuk bidang ketenagakerjaan, Husler berjanji akan membuka kerja sama dengan lembaga pelatihan. “Di bidang ketenagakerjaan kita akan membuka kerja sama pelatihan dan penempatan tenaga kerja dengan swasta, lembaga pelatihan dan pemerintah daerah lain,” ujar politisi Golkar ini.

Tidak hanya itu, Husler juga akan menerapkan kebijakan kemudahan investasi. Program ini diharapkan tak sekadar menambah pendapatan asli daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja.

Baca Juga: Inisiatif Pemerintah, Firman Soebagyo Optimis Presiden Jokowi Bakal Tanda Tangani UU Cipta Kerja

Begitu juga di sektor pertanian, Husler dan Budiman akan berupaya meningkatkan produksi petani dengan menumbah jumlah sarana dan infrastruktur pertanian, bantuan alat-alat pertanian dan jaminan ketersediaan pupuk.

“Kita persiapkan kawasan industri dan pelabuhan waru-waru agar kelebihan listrik kita bisa dimanfaatkan, kita membuka kesempatan kepada investor yang ingin memanfaatkan, agar hasil-hasil pertanian kita tak perlu lagi di kirim tapi kita olah sendiri,” beber Husler.

Menurut Husler, Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit yang dihasilkan dari alam Bumi Batara Guru tak perlu lagi dikirim dalam bentuk mentah karena Lutim sudah punya 4 pabrik pengolahan.

Baca Juga: Dukung Aspirasi Buruh Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Surati Jokowi Minta Revisi UU Cipta Kerja

Dari data dinas Bapelitbangda setempat, ada lima sektor yang menopang struktur ekonomi Lutim porsi sektor tambang masih sangat besar walaupun ada penurunan dari tahun ke tahun.

Menurut Husler pertumbuhan ekonomi Luwu Timur hanya 1,7 persen, tapi jika sektor tambang dikeluarkan maka pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen.

“Sektor tambang itu kan sektor privat, itu di luar kendali pemerintah daerah sementara empat sektor lain yang menjadi tanggung jawab pemerintah mengalami peningkatan signifikan, menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga: Jelang HUT Ke-56, Golkar NTT Gelar Pelatihan Menjahit dan Pertanian Hidroponik

Ada dua sasaran dalam Visi-Misi Husler – Budiman yakni sasaran makro adalah mengurangi pengangguran dan meningkatkan Pertumbuhan ekonomi. Sementara, sasaran mikro adalah pengentasan kemiskinan dengan bantuan langsung atau dalam bentuk dana stimulus baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Menutup orasinya di Desa Nikel, Husler berharap “Dengan semua program-program pendidikan, Kesehatan, ekonomi tentunya akan mempengaruhi perkembangan IPM kita agar bisa menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan,” tandasnya. {koranseruya}

fokus berita : #Thoriq Husler