15 Oktober 2020

Habib Rizieq Disebut Bakal Pimpin Revolusi, Bobby Rizaldi Ingatkan Jangan Hambat Pembangunan

Berita Golkar - Partai Golkar angkat bicara perihal kabar Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akan kembali ke RI dan memimpin revolusi. Golkar memperingatkan agar tidak ada pihak yang membuat keributan di tengah pandemi virus Corona.

"Otoritas keamanan tentu memiliki protokol dalam hal menjaga situasi yang kondusif di masa pemulihan ekonomi nasional di era pandemi sekarang," kata Ketua DPP Golkar Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

"Dalam kata lain, jangan ada pihak yang punya pikiran aneh-aneh, mau buat keributan atau hal yang menghambat geliat pembangunan saat ini," imbuhnya.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Gairahkan Investor, Menko Airlangga Optimis Investasi Tembus Rp.900 Triliun Per Tahun

Kabar Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia dan memimpin revolusi disampaikan oleh petinggi FPI dalam demonstrasi di patung kuda, Jakarta Pusat, kemarin. Bobby mengingatkan bahwa ada aturan yang harus dipatuhi dalam menyampaikan aspirasi di muka umum.

"Soal itu, kan ada tata cara penyampaian pendapat di ruang publik seperti UU 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum, juga ada Perkapolri 7/2012 yang memuat mengenai jenis-jenis demonstrasi yang dilarang," papar Bobby.

Selain itu, Bobby berbicara tentang proses kepulangan Habib Rizieq. Anggota Komisi I DPR RI itu meyakini pemerintah akan memberikan bantuan.

Baca Juga: Marak Perkara LGBT Bisa Rusak Citra TNI-Polri, Dave Laksono Minta Diusut Tuntas

"Ya tentu, kalau beliau ingin kembali, sebagai seorang WNI, tentu pemerintah seperti disampaikan Dubes RI, akan membantu sesuai konstitusi kita."

"Soal overstayed yang harus diselesaikan dengan membayar denda atau amnesti yang bisa makan waktu sampai 5 tahun lebih ke Al Jawazat (imigrasi Arab Saudi), ya, pilihan-pilihan itu kita serahkan pada beliau, secara prinsip negara Indonesia akan tetap memberikan perlindungan terhadap warganya di mana pun berada," papar Bobby.

Seperti diketahui, kabar soal Habib Rizieq akan pulang ke RI dan memimpin revolusi disampaikan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Itu merupakan orasi Shabri dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Persilakan Masyarakat Lakukan Judicial Review UU Cipta Kerja Bila Tak Setuju

"Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, di patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (13/10).

Kabar tersebut kemudian direspons oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Agus mengungkapkan status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus kepada detikcom, Rabu (14/10).

"Blinking merah = belum bisa ke luar Saudi," imbuhnya. {detik}

fokus berita : #Bobby Rizaldi #Habib Rizieq Shihab