17 Oktober 2020

Aburizal Bakrie Pastikan Omnibus Law Adalah Jawaban, Sebaiknya Didukung Bersama-sama

Berita Golkar - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, turut menyoroti aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang marak terjadi belakangan ini. Menurut ARB, sapaan akrab Aburizal, problemnya adalah pada kesulitan masyarakat.

"Saya kok melihat bahwa omnibus law itu, yang dengan demo omnibus law itu bukan seriously mengajak rakyat (menolak) omnibus law. Rakyat tidak mengetahui dengan baik dan jawaban-jawabannya sudah ada," kata ARB dalam wawancara dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo di Bamsoet Channel, Jumat 16 Oktober 2020.

"Saya kira masalah mereka mau diajak, meskipun tidak tahu, adalah mereka kesulitan mendapatkan lapangan kerja, kesulitan membayar kewajiban-kewajiban pokok. Itu lah yang menyebabkan mereka ikut suasana ketidakpastian ini," lanjut ARB.

Baca Juga: Tuding DPR Sarang Setan, Andi Rio Idris Padjalangi Nilai WAG KAMI Medan Coreng Kehormatan DPR

Hal itu diungkapkan ARB karena jika melihat dari wawancara-wawancara terhadap mereka yang ikut demonstrasi, pada umumnya tidak tahu. Bahkan, dia melihat suatu video yang berisi mengenai dialog antara peserta demo dengan seseorang.

"Coba kamu demo untuk apa? UU, Pak. UU apa? Terus dikasih tahu, saya kasih tahu ya, omni, kamu teruskan. Nggak bisa juga teruskan. Sampai omnibus nggak bisa. Padahal dikasih tahu omninya," katanya.

ARB juga sudah melihat jawaban-jawaban atas tuntutan-tuntutan yang disuarakan oleh buruh. Dia menegaskan bahwa tuntutan-tuntutan itu sudah ada jawabannya semua.

Baca Juga: Ferdiansyah Nilai UU Cipta Kerja Positif Untuk Pendidikan Vokasi di KEK, Terutama Pedesaan

Menurut ARB, hanya ada satu yang sempat menjadi persoalan, yaitu jumlah uang pesangon. Itu pun kemudian sudah terselesaikan, yaitu 25 kali gaji, kemudian mendapat tambahan dari pemerintah. "Jadi sebetulnya sudah terakomodasi," katanya.

ARB menilai apa yang diusahakan pemerintah sebaiknya didukung bersama-sama. Dia mengatakan bahwa omnibus law adalah jawaban.

"Kalau jawabannya sudah ada, kita dukung pemerintah bersama-sama untuk mengatasi permasalah-permasalahan ini. Tidak perlulah menambah satu beban, apalagi dengan membakar-membakar dan sebagainya seperti kejadian kemarin," kata mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Sebut Kampanye Virtual Dengan Konten Kreatif Di Medsos Efektif Saat Pandemi

ARB mengatakan aksi-aksi seperti itu malah menjadi tambahan beban baru bagi perekonomian. "Menko Perekonomian yang musti mikirin yang lain, terpaksa mikirin masalah ini. Demikian Pak Mahfud MD [Menkopolhukam], memikirkan masalah-masalah keamanan," ujarnya.

"Barangkali kalau kita sama-sama sebagai bangsa Indonesia, saya kira ada jalan keluarnya kok. Pandemi ini menurun, ekonominya naik," lanjut ARB. {viva}

fokus berita : #Aburizal Bakrie