17 Oktober 2020

Catatan Khusus Mitroatin Saat Reses dan Serap Aspirasi Masyarakat Bojonegoro

Berita Golkar - Memasuki masa reses sidang ke III 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro diisi dengan menyaring aspirasi masyarakat. Salah satunya dilakukan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin.

Selama masa reses pada Kamis (15/10/2020), politisi Partai Golkar itu mengundang beberapa perwakilan kepala desa di daerah pemilihan (Dapil) 4. Hasil masukan yang diperoleh sebagian besar menanyakan mekanisme dan ketersediaan pupuk subsidi yang semakin sulit diterima petani.

“Hal ini menjadi catatan dalam pembahasan lebih lanjut. Harapannya untuk masyarakat kecil pupuk bersubsidi segera bisa terealisasi dan proses pencairannya lebih jelas lagi,” ujar Mitroatin, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Kota Cirebon Tolak Jawa Barat Diubah Menjadi Provinsi Sunda

Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bojonegoro periode 2020-2025 itu juga mencatat ada beberapa masukan yang akan menjadi bahan pembahasan program pembangunan pemerintah daerah kedepan. Seperti misalnya pembangunan jembatan penghubung antar desa.

“Program bupati untuk pembangunan infrastruktur jalan menggunakan cor ini banyak mendapat apresiasi baik dan dukungan dari perwakilan kades yang datang,” ujarnya.

Selain mendengarkan aspirasi masyarakat, Mitroatin juga meminta kepada kepala desa untuk aktif melaporkan warganya yang masih masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH) untuk mendapat bantuan serta jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu yang akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Dinilai Kantong Suara Golkar, Ahmad Doli Kurnia Minta Target Kemenangan Sumbar Di Atas Nasional

“Kami juga minta kepada kepada desa jika masih ada warga yang layak mendapat jaminan kesehatan segera diajukan. Karena tahun 2020 ini ada plot khusus untuk menuntaskan jaminan kesehatan dari pemerintah daerah 2,926,” ungkapnya

Sementara diketahui, pada 23 Oktober 2020 lalu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan pencapaian universal health coverage (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) KesehatanJawa Timur. Penghargaan itu diberikan karena 98,76 persen warga Bojonegoro sudah tercover BPJS Kesehatan.

“Bojonegoro menjadi satu-satunya daerah yang menerima penghargaan kategori UHC di Jawa Timur,” ujar Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dalam kesempatannya. {beritajatim}

fokus berita : #Mitroatin