18 Oktober 2020

Wakil Walikota Tomohon, Syerly Sompotan Blak-Blakan Ungkap Alasan Hengkang Dari Golkar

Berita Golkar - Wakil Wali kota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan blak-blakan menyampaikan alasan keluar dari Partai Golkar. Kepada redaksi, Syerly Sompotan membeberkan sebab-musabab ia berpindah dari rindangnya beringin rimbun.

Syerly juga mengklarifikasi pemberhentian kepada dirinya. Menurutnya, sejak jauh hari, dia sudah lebih dulu meninggalkan Golkar. “Jadi bukan diberhentikan, tapi saya sudah keluar sebelum keputusan itu ada,” tegasnya.

Sikap itu, mantap dilakukan Syerly sehari sebelum menyatakan diri mendukung calon dari PDIP. Syerly mengaku sangat mencintai Golkar. Namun keadaan membuat dirinya tidak nyaman lagi dengan kebijakan partai. “Mereka tidak menghargai orang yang sudah berjuang selama ini,” katanya.

Baca Juga: 8 Komunitas Di Kabupaten Bandung Dukung Pasangan Nia Naser-Usman Sayogi

Kekecewaan ini, lanjut Syerly, memuncak saat Golkar tidak konsisten dengan komitmen pencalonan di Pemilihan Serentak. “Katanya siapa survei tertinggi dia yang diusung, kenyataannya apa?” ujarnya.

Selain itu, lanjut Syerly, ada kesepakatan dari tiga calon bahwa siapa yang kemudian mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Golkar, akan mengembalikan anggaran survei yang dikeluarkan calon lain. “Dan sampai sekarang uang saya malah belum dikembalikan,” beber Sompotan.

Sebagai kader beringin, Syerly sudah militan berjuang membesarkan Golkar. Termasuk kata dia, menyosialisasikan Christiany Eugenia Paruntu sebagai kandidat kala itu. “Dari bantuan sampai baliho. Dan masyarakat Tomohon tahu soal itu,” ujarnya. Syerly juga menegaskan dirinya bukan kader karbitan yang tiba masa tiba akal dicalonkan.

fokus berita : # Syerly Adelyn Sompotan