18 Oktober 2020

Marak Kader Golkar Membelot di Pilkada se-Bali, Gde Sumarjaya Linggih Segera Rapatkan Dengan DPP

Berita Golkar - Lokomotif Partai Golkar di Bali agaknya sedang dilanda badai pembelotan kader-kadernya. Buktinya, di Pilkada Tabanan, yakni Mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali yang juga Anggota DPR RI di era Orde Baru, I Gusti Putu Wijaya memilih membelot dengan mendukung pasangan usungan PDIP di sana.

IGP Wijaya yang juga dikenal sebagai loyalis mantan Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta ini mendukung pasangan nomor urut satu, Komang Gede Sanjaya-Made Edi Wirawan. Padahal, Golkar di Tabanan telah mengusung pasangan nomor urut dua, Anak Agung Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) yang diusung Golkar-NasDem dan koalisi.

Baca Juga: HUT Ke-56, Asep Kurnia Pimpin Kader Golkar Bagikan Masker Ke Warga Sumedang

Hal serupa juga terjadi di Pilkada Jembrana, yakni Wakil Sekretaris Bidang Politik DPD II Golkar Jembrana, H Nasrun, yang mendukung dan menjadi relawan paket Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa). Padahal Golkar di Jembrana mengusung paket I Nengah Tamba-Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat).

Pun juga di Pilkada Denpasar, sesepuh Golkar Bali, Ida Tjokorda Pemecutan XI juga terang-terangan mendukung calon PDIP yakni, IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa), di ibukota Provinsi Bali ini, Golkar mengusung duet Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta).

Terkait adanya berbagai pembelotan-pembelotan tersebut mendapat tanggapan dari DPP Golkar. Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku menyanyangkan tindakan tersebut.

Baca Juga: Aburizal Bakrie Pastikan Omnibus Law Adalah Jawaban, Sebaiknya Didukung Bersama-sama

Demer menegaskan bahwa pihaknya di jajaran DPP Golkar akan merapatkan dengan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto guna membahas sanksi kepada para kader-kader yang membelot, utamanya di Bali-Nusa Tenggara. “Ya nanti kita akan rapatkan sanksinya itu, dan sangat disayangkan ada pembelotan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga mengatakan bahwa seharusnya para kader Golkar, utamanya yang sudah senior dapat memberikan contoh kepada para kader lainnya dalam mengamankan keputusan partai.

Apalagi, lanjut Demer para kader senior tersebut telah menikmati ‘manisnya madu’ saat masih menjabat jabatan politik melalui partai berlambang pohon beringin ini. “Apalagi tokoh senior yang membelot, tokoh senior sudah menikmati dan sebagainya, kalau untuk diam saja sudah cukup, kalau memang tidak setuju,” tegasnya.

Baca Juga: Hamka Baco Kady Bantu Bangun Masjid dan Rumah Korban Kebakaran di Jeneponto

Pun juga saat disinggung mengenai alasan bahwa berbagai pembelotan tersebut disebut-sebut akibat kekecewaan para kader dengan sistem penjaringan di tubuh Golkar. Demer menampik hal tersebut, ia mengatakan bahwa partainya sudah melakukan mekanisme yang mumpuni melalui survey dalam mencalonkan sosok baik kader ataupun non kader di Pilkada.

Bahkan, pihaknya optimistis calon-calon yang diusung Golkar mampu memenangkan enam Pilkada di Bali. “Begini, kita kan selalu saya bilang, suara Golkar suara rakyat, kita mencari siapa-siapa sih yang mendaftar ke kita, kader ada mencalonkan, kalau kader kita calonkan surveinya kecil, buat apa kita ramai-ramai hara-kiri,” paparnya.

Seperti diketahui, di Jembrana sendiri, Golkar bersama Koalisi Jembrana Maju (KJM) mengusung Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Tamba-Ipat yang diusung Koalisi Jembrana Maju (KJM). Pasangan ini sendiri akan melawan PDIP mengusung Made Kembang Hartawan-Ketut Sugiasa (BANGSA).

Baca Juga: Dinilai Kantong Suara Golkar, Ahmad Doli Kurnia Minta Target Kemenangan Sumbar Di Atas Nasional

Di Badung sendiri, Golkar resmi mengusung Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (GIRIASA). GIRIASA sendiri dipastikan akan lawan kotak kosong di Pilkada nanti. Lalu di Tabanan, Golkar mengusung Anak Agung Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi). Panji-Budi sendiri akan menghadapi PDIP yang mengusung Komang Gede Sanjaya-Made Edi Wirawan (Jaya-Wira).

Kemudian, di Kota Denpasar, Golkar mengusung duet I Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta). Amerta sendiri akan bertarung dengan yang PDIP mengusung duet IGN Jayanegara-Kadek Agus Arya Wibawa atau Jaya-Wibawa.

Di Kabupaten Bangli Golkar mengusung duet Made Subrata-Ngakan Kutha Parwata (Bagus) yang akan melawan PDIP yang mengusung Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar harus menghadapi.

Baca Juga: Kodrat Sunyoto Tegaskan Ormas MKGR Jatim Siap Kawal Kemenangan Adies Kadir Jadi Ketum di Mubes

Made Subrata sendiri merupakan adik dari Bupati Bangli yang juga Politikus PDIP, Made Gianyar. Sedangkan, Ngakan Kutha Parwata sendiri merupakan mantan Ketua DPRD Bangli yang juga Politikus gaek PDIP Bangli.

Sedangkan, di Kabupaten Karangasem, Golkar bersama Koalisi Karangasem Hebat (KKH) Jilid II mengsung petahana IGA Mas Sumantri-Made Sukerana (Massker). Massker sendiri akan melawan PDIP yang mengusung Gede Dana-Wayan Artha Dipa (NADI).

Sementara DPD I Golkar Bali tegaskan masih melakukan proses terhadap kasus-kasus kader pembelot di Pilkada 2020. Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara, secara terpisah dikonfirmasi mengatakan untuk kasus dugaan pembelotan H Nasrun di Jembrana sudah dilakukan pemanggilan oleh DPD II Golkar Jembrana.

Baca Juga: Optimalkan Platform Media Sosial, HUT Ke-56 Golkar Bakal Diramaikan 36 Ribu Kader Seluruh Indonesia

Dari hasil klarifikasi nanti akan dikaji fakta-fakta dan indikasi pembelotan itu. "Sedang diproses DPD II Golkar Jembrana," ujar Suamba Negara. Sementara untuk kasus dugaan pembelotan di Pilkada Tabanan oleh Gusti Putu Wijaya juga sedang dilakukan proses.

DPD I Golkar Bali sudah menerima laporan dari Ketua DPD II Golkar Tabanan, Nyoman Wirya, atas dugaan pembelotan di Pilkada Tabanan. Wijaya sendiri memang diindikasikan membelot mendukung paket Jaya-Wira di Pilkada Tabanan yang heboh di media sosial. "Itu juga masih diproses oleh induk partai," tandas mantan Sekretaris DPD I Golkar Bali ini. {denpasarupdate}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih #Demer