19 Oktober 2020

Bukan Tanaman Psikotropika, Maman Abdurrahman Persilakan Masyarakat Kapuas Hulu Tanam Kratom

Berita Golkar - Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar dapil Kalbar, Maman Abdurrahman menegaskan untuk mempersilahkan kepada masyarakat Kapuas Hulu, menanam dan mengolah atau memproduksi Daun Kratom.

"Jadi jangan takut, karena memang sampai saat ini tidak ada aturan yang melarang terkait Kratom itu sendiri, baik itu di tanam, produksi, di konsumsi hingga sebagai usaha masyarakat, jadi lanjutkan saja jangan takut," ujarnya, Senin 19 Oktober 2020.

Maman juga berjanji ke masyarakat petani daun Kratom di Kapuas Hulu, akan terus mendorong aturan yang jelas terkait legalitas tanaman Kratom.

Baca Juga: Kampanye CEP-Sehan Bergelora di Bolmong Raya, Djelantik Mokodompit Optimis Menang 70 Persen

"Kita harap petani Kratom di Kalimantan Barat diminta tidak perlu di hantui rasa takut dalam pengembangan Kratom sebagai mata pencaharian, karena memang hingga saat ini tidak ada satu aturan pun yang melarang tanaman Kratom," ucap Maman Abdurahman.

Menurutnya, sebenarnya isu Kratom itu isu lama yang bergulir hingga ketengah masyarakat, bahkan dianggap sebagai salah satu tanaman yang mengandung psikotropika, sehingga muncul keresahan petani Kratom.

"Padahal sampai saat ini tidak ada satu aturan pun yang melarang masyarakat Kapuas Hulu untuk menanam Kratom, baik untuk di produksi, konsumi bahkan dijadikan sebagai ladang usaha," ujarnya.

Baca Juga: Duh! Santer Diisukan Ketua Golkar Indragiri Hulu Yopi Arianto Bakal Hengkang Jadi Ketua Nasdem Riau

Maman menuturkan, sangat jelas dari Surat Keputusan Kementerian Pertanian bahwa tanaman Kratom merupakan tanaman obat tradisional dan tidak mengandung psikotropika.

"Kami sudah mendorong Kratom itu bersama Komisi IV, BPOM dan Komisi IV agar memiliki aturan legalitas yang jelas dan terbukti Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan surat bahwa Kratom tidak masuk dalam tanaman bahan psikotropika," ungkap Maman Abdurahman. {pontianaktribun}

fokus berita : #Maman Abdurrahman