22 Oktober 2020

Ace Hasan Ragukan Efektivitas Kebijakan Pengaturan Isi Khotbah Jumat Oleh Kemenag

Berita Golkar - Kemenag berencana menyusun khotbah Jumat yang bakal digunakan oleh para pendakwah. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, penyusunan khotbah salat Jumat akan melibatkan tokoh agama, tokoh ormas, dan akademisi kampus.

Menanggapi rencana itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily, punya tanggapan lain. Dia mempertanyakan efektivitas kebijakan pemerintah atur khotbah Jumat. 

"Saya kira program menyiapkan materi khotbah untuk pemuka agama dalam menyampaikan khotbah kan belum tentu digunakan oleh para khotib dalam salat Jumat di masjid-masjid," kata Ace kepada kumparan, Kamis (22/10).

Baca Juga: Iqbal Wibisono Ingatkan Kader Golkar Purbalingga Terapkan Panca Sukses

"Bagaimana caranya memastikan bahwa naskah khotbah itu dipergunakan untuk para khatib?" tambah Ace.

Ace menyarankan, Kemenag harus mencari cara agar para pendakwah menggunakan khotbah yang sudah disusun Kemenag bersama sejumlah tokoh tersebut.

"Harus dipastikan bahwa materi khotbah itu dapat digunakan oleh para khatib di masjid-masjid, entah itu dipergunakan sebagai bacaan pada saat khotbah atau hanya sebagai bahan pengayaan wawasan," ujarnya.

Baca Juga: Misbakhun Optimis Transformasi Digital Bakal Muluskan Indonesia Jadi Negara Maju

Politikus Golkar ini menilai, penyusunan khotbah Jumat bakal memiliki manfaat untuk menambah pengetahuan para pendakwah. Namun, jika alasannya untuk menekan paham radikalisme, Ace meragukan kebijakan ini bakal efektif.

"Soal apakah program ini akan membantu untuk menekan radikalisme? Belum tentu," ujarnya.

"Dengan program itu, jangan terlalu bertendensi dapat menekan radikalisme karena Jumatan itu kan hanya seminggu sekali," pungkasnya. {kumparan}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily