22 Oktober 2020

Dukung Airlangga Capres 2024, Dave Laksono Minta Dilakukan Survei Dan Ditetapkan Di Rapimnas

Berita Golkar - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyindir menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf berimajinasi kontestasi Pilpres sehingga melakukan pencitraan. Sayangnya, Hasto tak menyebut, siapa menteri yang dimaksud.

Di sisi lain, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono terang-terangan mengungkap dukungannya kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto sekaligus Menteri Koordinator ekonomi, nyapres di Pilpres 2024.

Meskipun, Dave memahami, proses pengusungan calon presiden harus melalui melalui tahap Rapimnas partai. Tapi secara pribadi, ia mendukung Airlangga jadi kepala negara.

Baca Juga: Misbakhun Optimis Transformasi Digital Bakal Muluskan Indonesia Jadi Negara Maju

"Itu kan harus melewati proses Rapimnas dulu, harus di survei dulu, jadi prosesnya enggak bisa langsung. Tapi sebagai pejabat tertinggi Partai Golkar ya sudah selayaknya lah, ini pandangan saya pribadi, bukan partai," kata Dave, Rabu (21/10).

Dave merasa, sudah saatnya Airlangga menjadi calon presiden. Dengan sejumlah pengalamannya, sehingga dia mendukung Airlangga nyapres di Pilpres 2024 nanti. "Sebagai pejabat Partai Golkar tertinggi sudah selayaknya lah (Airlangga) untuk dipertimbangkan jadi calon presiden kita di 2024 nanti," sambungnya.

Menurut dia, Airlangga paling layak untuk memimpin bangsa Indonesia di 2024. Sebab, dari segi pengalaman maupun kinerja Airlangga sudah mumpuni. Ditambah, Menko Perekonomian itu bisa mengatasi krisis di masa pandemi.

Baca Juga: HUT Ke-56 Golkar, Hendra Budian Bagikan 5 Ton Beras Untuk Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah

"Lalu juga membuat program-program stimulus untuk membangkitkan ekonomi itu semua sudah sejalan lah dan memang kemampuan manajerial, kemampuan leadership nya, kharismanya sudah paling sangat tepat," ucapnya dikutip Merdeka.

Meski demikian, saat ini partai beringin masih fokus untuk perhelatan Pilkada 2020. Setelahnya, baru membicarakan Pilpres 2024.

"Sekarang ini belum, masih terlalu dini, kita masih fokus untuk Pilkada dulu baru setelah itu kita bisa mengalihkan pikiran untuk hal itu, jadi kita melihat Pilkada dulu sebelum melanjutkan pembahasan itu," tandas putra Agung Laksono itu.

Baca Juga: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Sarmuji Ungkap Soliditas Koalisi Bikin Stabilitas Politik Terjaga

Tantang PDIP

Sementara terkait sindiran Sekjen PDIP Hasto, Dave menantang agar langsung saja menunjuk hidung. Sehingga jelas siapa yang dimaksud. "Itu kan menyindir ya, menyindir itu kan gak jelas maksudnya apa. Ya kalau memang ada yang dicurigai sebaiknya langsung katakan siapa lah," kata Dave Laksono.

Dave tidak merasa yang disindir PDIP adalah menteri dari Golkar. Menurutnya, semua menteri partai beringin di kabinet Jokowi-Ma'ruf bekerja secara optimal.

"Saya merasa bahwa seluruh menteri menteri Golkar bekerja secara optimal untuk kepentingan bangsa dan negara, saya tidak melihat pencitraan-pencitraan, tapi sesuai dengan tugas dan kewajibannya lah," ucapnya.

Baca Juga: Ini Alasan Dave Laksono Tolak Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menuturkan satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang tidak ringan.

Dalam pandemi ini, koordinasi, kerjasama dan kemampuan komunikasi publik diperlukan bagi seluruh jajaran kabinet. Menteri harus fokus pada lingkup kerjanya.

"Koordinasi, kerjasama, dan kemampuan melakukan komunikasi publik bagi seluruh jajaran kabinet bersifat wajib. Menteri harus fokus pada ruang lingkupnya. Hal-hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti stabilitas harga kebutuhan pokok rakyat, dan upaya menciptakan lapangan kerja bagi rakyat melalui padat karya berbasis tunai terus dikedepankan."

Baca Juga: Puncak Perayaan HUT Ke-56, Airlangga Bakal Luncurkan Yellow Clinic dan Golkar Institute

"Pada saat bersamaan, peningkatan daya tahan rakyat di dalam menghadapi Covid-19 melalui asupan gizi, protein, dan vitamin yang cukup, harus dilakukan melalui kerja gotong royong seluruh jajaran pemerintahan, pusat hingga daerah," ujar Hasto dalam siaran pers, Selasa (20/10).

Hasto mengingatkan, para menteri merupakan pembantu Presiden. Menteri harus berani mengambil terobosan dan totalitas dalam memimpin kementeriannya. Sebab itu, Hasto meminta menteri yang berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugasnya sebaiknya berhenti pencitraan sebagai menteri Presiden Joko Widodo.

"Menteri harus berani mengambil terobosan. Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya. Totalitas jajaran kabinet sangat penting. Karena itulah ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024, dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden."

"Sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya, dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja. Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting," kata Hasto. {bizlaw}

fokus berita : #Dave Laksono #Airlangga Hartarto