24 Oktober 2020

Bamsoet Ajak Kaum Muda Terlibat Aktif Dalam Penanganan COVID-19

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan, dampak pandemi Covid-19 turut menyasar kelompok pemuda. Bisa dilihat dari sektor pendidikan yang menyebabkan lebih dari 90 persen pelajar di seluruh dunia atau sekitar 1,5 hingga 1,6 miliar anak muda di 188 negara, termasuk Indonesia, terpaksa tidak masuk sekolah/kampus akibat pembatasan kontak fisik.

Sementara, pembelajaran jarak jauh (daring) masih menyisakan beberapa persoalan, seperti kesenjangan literasi teknologi serta kesenjangan kapasitas dan fasilitas jaringan yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Pusat Ekonomi Nasional, Bamsoet Sarankan Pemerintah Lakukan Vaksin COVID-19 Di Pulau Jawa Dulu

"Dari sektor perekonomian, resesi ekonomi akan berdampak pada ketidakpastian nasib jutaan generasi muda yang akan memasuki pasar tenaga kerja. Sebelum pandemi Covid-19, Bank Dunia memperkirakan pada dekade berikutnya, generasi muda siap kerja berjumlah sekitar 1 miliar, dan diperkirakan hanya 400 juta yang akan terserap pasar tenaga kerja."

"Akibat pandemi Covid-19, nasib sekitar 600 juta generasi muda yang tidak terserap pasar tenaga kerja akan semakin tidak menentu," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat mengisi Masa Perkenalan Calon Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, secara virtual, di Jakarta, Jumat malam (23/10).

Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, dari sektor kesehatan, generasi muda juga termasuk yang paling rentan terpapar Covid-19. Mengingat masih banyaknya generasi muda yang bekerja di sektor informal dan menggantungkan pendapatan dari upah harian.

Baca Juga: Leo Nababan Jagokan Airlangga Jadi Capres di Pemilu 2024, Minta Jokowi Jadi Cawapresnya

Serta posisi sebagai bagian dari tulang punggung keluarga, telah memaksa mereka harus tetap bekerja di masa pandemi dengan segala risiko. Baik risiko terpapar maupun risiko menularkan kepada anggota keluarganya.

"Di satu sisi, pemuda menjadi bagian dari 'korban' pandemi, sama halnya dengan kelompok masyarakat lain yang terdampak Covid-19. Di sisi lain, pemuda adalah kelompok masyarakat yang paling potensial dan diharapkan menjadi faktor kunci dalam implementasi program penanganan pandemi," tutur Bamsoet.

Anggota Dewan Pakar Korps Alumni HMI (KAHMI) ini mensyukuri cukup banyak generasi muda menjadi sukarelawan pada berbagai aksi sosial.

Baca Juga: Sambangi Warga Dari Rumah Ke Rumah Calon Bupati Ini Jalan Kaki Sejauh 6 KM

 

Namun sebagaimana diakui Kementerian Pemuda dan Olahraga, banyaknya relawan muda yang membantu penanganan pandemi Covid-19 belum terorganisir dengan baik. Untuk mengoptimalkan peran pemuda dalam penanganan pandemi, perlu diperhatikan beberapa aspek.

"Pertama, karena pandemi hadir pada era disrupsi, dimana kemajuan teknologi dan modernitas telah memengaruhi tatanan pada seluruh sektor kehidupan, maka implementasi peran pemuda mesti diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan kemajuan teknologi."

"Hal ini dapat dilakukan misalnya pada penyusunan konten dan format sosialisai penerapan protokol kesehatan melalui berbagai platform dan medium yang kreatif, sehingga lebih mempunyai daya tarik," ucap Bamsoet.

Baca Juga: Dodi Reza Alex Yakin Para Saksi Yang Kuat Bakal Menangkan Cakada Golkar se-Sumsel

Kedua, lanjut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini, mendorong peran pemuda untuk menghadirkan informasi yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat. Hadirnya era internet di mana tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 64 persen, penyebarluasan berbagai informasi terkait penangananan pandemi melalui media online menjadi penting.

"Tidak saja untuk memberikan informasi yang akurat dan mendidik, tetapi juga untuk mengimbangi dan menangkal informasi hoaks tentang Covid-19. Hal ini sangat penting, karena merujuk pada data Kementerian Kominfo, hingga Rabu 21 Oktober 2020, tercatat ada temuan 2.025 hoaks terkait Covid-19," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, dalam kapasitasnya sebagai penggerak perubahan sosial, generasi muda harus diberi ruang memadai agar dapat berkontribusi dalam berbagai program yang diselenggarakan setiap pemangku kepentingan. Kesuksesan penanganan pandemi akan sangat dipengaruhi oleh seberapa optimal generasi muda memberikan kontribusinya.

Baca Juga: Ridwan Bae Sebut UU Jalan Mendesak Untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia Timur

"Generasi muda adalah sumber daya potensial yang mempunyai peran sentral untuk mendukung kesuksesan berbagai program penanganan pandemi Covid-19. Kita yakini bersama bahwa semangat gotong royong adalah wujud kearifan lokal yang sudah lekat dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara."

"Karena itu, dalam situasi keprihatinan di masa pandemi Covid-19 ini, generasi muda sangat diharapkan menjadi bagian dari solusi, dengan aktif dalam berbagai aksi sosial yang terorganisir," pungkas Bamsoet. {rmco}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet