25 Oktober 2020

Cagub Termuda di Kepulauan Riau, Ini Perjalanan Karier Ansar Ahmad

Berita Golkar - Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dimeriahkan oleh 3 pasangan. Mereka adalah Isdianto-Suryani, Soerya Respationo-Iman Sutiawan, dan Ansar Ahmad-Marlin Agustina. Dari ketiga calon tersebut, Ansar Ahmad adalah calon gubernur termuda.

Ia kini berusia 56 tahun, selisih 3 tahun dengan Isdianto. Meski demikian, pengalamannya di bidang politik dan pemerintahan tak bisa disepelekan. Sebelum mencalonkan diri di Pilkada Kepri 2020, ia adalah anggota DPR RI periode 2019-2021 dari fraksi Partai Golkar. Demi melenggang di panggung ini, Ansar rela mengundurkan diri dari kursinya di Senayan.

Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Bintan selama 2 periode, yakni 2005-2010 dan 2010-2015. Sejak tahun 2005 itu, Ansar Ahmad juga dipercayai sebagai Ketua DPD Golkar selama 15 tahun hingga 2015.

Baca Juga: Ahmad Yasir Ridho Konsolidasikan Golkar Sumut Menangkan Bobby-Aulia di Pilkada Kota Medan

Selain capaian-capaian tersebut, berikut Tribun Batam sajikan profil lengkap dan perjalanan karier Ansar Ahmad.

Profil Ansar Ahmad

Ansar dilahirkan di sebuah kampung kecil di Kijang, Bintan pada 10 April 1964. Dia berasal dari keluarga kurang mampu dan sejak kecil harus hidup bersama seorang ibu dengan lima orang anak. Ayah Ansar, Abdul Ahad telah lama berpulang, meninggalkan anak-anaknya menjadi yatim. Ansar pun harus ikhlas dan rela berjuang menghidupi diri sendiri sekaligus membantu ibunda tercinta.

Dari Otobiografi Ansar Ahmad diceritakan, bahwa saat Ansar masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada tahun 1973-1974, ia sempat menjadi tukang cuci bus Dinas Penerangan Kabupaten Kepulauan Riau. Hal ini dilakukannya demi bisa memenuhi biaya sekolahnya. Setiap hari, ia melakoni pekerjaan ini selepas Maghrib.

Baca Juga: Lomba Stand Up Comedy, Gaya Golkar Jatim Kritisi Pemerintah Dengan Unik dan Kreatif

Menginjak usia remaja, Ansar dikenal sebagai sosok remaja yang religius. Bahkan kepiawaiannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran mengantarkannya menjadi wakil Kecamatan Tanjungpinang Timur pada sebuah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Memasuki bangku perkuliahan, Ansar memilih Fakultas Ekonomi Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru untuk menimba ilmu pada tingkat yang lebih tinggi. Di kota itu ia menyewa sebuah rumah kecil yang dikelilingi kebun kangkung hingga tahun 1984.

Untuk menambah biaya kuliahnya, Ansarpun memanfaatkan keahliannya membaca Al Quran dengan menjadi guru mengaji dari rumah ke rumah.

Baca Juga: Golkar Binjai Bergejolak, 3 Kader Dipecat Karena Ogah Dukung Juliadi-Amir Hamzah

Pergaulan di kampus jugalah yang mengantarkannya berteman dengan teman-teman satu angkatan seperti Rusli Zainal (Gubernur Riau), Syamsurizal (Bupati Bengkalis), Wan Syamsir Yus (Walikota Dumai dan Sekda Prov Riau), Asrul Jaafar (Bupati Kuansing) dan masih banyak lagi.

Memasuki tahun kedua di kampusnya, Ansar terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Unri yang merupakan jabatan sangat prestisus di kalangan mahasiswa. Pada tahun 1980 setelah menikah dengan Dewi Kumala Sari, Ansar masih memimpin Gabungan Koperasi Pegawai Negeri selama satu tahun.

Setelah meraih gelar sarjana ekonomi, Ansar kembali ke Tanjungpinang dan bekerja sebagai pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Riau Kepulauan di Tanjungpinang. Karirnya terus melesat, sehingga menjadi Kabag Pembangunan Kabupaten Riau Kepulauan, berikut kepala bagian perekonomian.

Baca Juga: Tantowi Yahya Anugerahkan Gamelan Prize Untuk Mahasiswa New Zealand, Ini Alasannya

Dalam sidang DPRD Kabupaten Kepri tanggal 23 Oktober tahun 2000, pasangan Huzrin Hood dan Ansar Ahmad terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepri periode 2000-2005. Pada tanggal 2 Oktober 2003 Huzrin tersandung permasalahan hukum hingga diberhentikan oleh Mahkamah Agung.

Setelah itu Ansar melanjutkan tugas Huzrin sebagai pelaksana tugas Bupati. Ia kemudian mencalonkan diri berpasangan dengan Mastur Taher pada tahun 2005 dan terpilih sebagai Bupati Bintan. Selanjutnya Ansar kembali diamanahkan oleh masyarakat Bintan menjadi Bupati Bintan berpasangan dengan Khazalik periode 2010-2015.

Lima tahun masa kepimpinan Ansar bersama Mastur Taher berhasil menekan angka kemiskian dari 14,5 persen tahun 2005 menjadi 12,47 persen. Dalam bidang pendidikan Ansar berhasil meningkatkan indeks pendidikan dari 80,16 persen tahun 2005 dan 82,76 persen pada tahun 2009, dan meningkatkan angka harapan hidup 69,33 pada tahun 2005 menjadi 69,69 tahun 2009.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Kaum Muda Terlibat Aktif Dalam Penanganan COVID-19

Tekad Ansar Ahmad untuk membangun Kepulauan Riau telah bermula sejak lama, jauh bertahun-tahun sebelumnya. Sebelum menjadi Bupati Bintan, Ansar ingin membangun ibukota Kabupaten Bintan yang baru, dia memilih satu dari empat desa yang akan menjadi tapak lokasi pembangunan dengan membangun pusat Pemerintahan Bintan di Bintan Bunyu.

Sadar dengan potensi yang sangat besar di daerahnya, Ansarpun menitik beratkan program pembangunan pada bidang infrastruktur. Keberhasilannya bisa dilihat, salah satunya adalah sarana dan prasarana jalan yang sangat baik dan terencana, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kepri.

Sejak lima tahun yang lalu Pemkab Bintan di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad berupaya mempertahankan dan bahkan meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi di atas lima persen.

Baca Juga: Sambangi Warga Dari Rumah Ke Rumah Calon Bupati Ini Jalan Kaki Sejauh 6 KM

Ini terlihat dari catatan pendapatan per kapita rakyat Bintan dari Rp25,13 juta pada tahun 2005 menjadi Rp31,56 juta pada tahun 2009. Upaya Ansar ini juga dapat terwujud berkat dukungan program sosial pemerintah yang berjalan sesuai dengan harapan.

Ansar terus mengupayakan berlangsungnya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan, PNPM ekonomi Bintan, alokasi dana desa, rehab rumah tidak layak huni, dana alokasi khusus desa serta bantuan beras miskin.

Terlebih lagi adalah terlaksananya program PNPM Mandiri kelautan dan perikanan. Termasuk pemberian bantuan modal untuk petani dan nelayan.

Baca Juga: Siapa Kandidat Ketua DPRD Riau Pengganti Indra Gunawan Eet? Ini Sosoknya

Biodata

Nama : H. ANSAR AHMAD, S.E., M.M.

Tempat, tanggal lahir : Kijang, Bintan, 10 April 1964

Agama : Islam

Istri : Dra Hj. Dewi Kumalasari MPd

Anak : Annisa Sarwidya dan Roby Kurniawan

Baca Juga: HUT Ke-56, Fery Pamawisa Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Bandung Barat

Riwayat Pendidikan

- SD : SDN KIJANG BINTAN TIMUR. Tahun: 1971 - 1977

- SMP : SMP NEGERI 4 TANJUNGPINANG. Tahun: 1978 - 1981

- SMA : SMA NEGERI 2 TANJUNGPINANG. Tahun: 1982 - 1984

- S1 EKONOMI, UNIVERSITAS RIAU. Tahun: 1984 - 1989

- S1 EKONOMI SDM, UHAMKA. Tahun: 2002 - 2003

Baca Juga: Achmad Taufan Soedirjo Satukan Suara Ormas MKGR se-Banten Dukung Adies Kadir di Mubes

Riwayat Organisasi

- DEKOPIN WIL PROV KEPRI, Sebagai: KETUA. Tahun: 2015 -

- DEKOPIN WIL PROV KEPRI, Sebagai: KETUA. Tahun: 2005 -

- DPD WIL PROV KEPRI, Sebagai: KETUA. Tahun: 2004 -

- KETUA KNPI KAB KEPRI, Sebagai: KETUA. Tahun: 1996 -

- KOSGORO PROV KEPRI, Sebagai: KETUA. Tahun: 1996 -

- KETUA SENAT MAHASISWA UNIV RIAU, Sebagai: KETUA. Tahun: 1986 -

- KOPERASI MAHASISWA UNIV RIAU, Sebagai: KETUA. Tahun: 1986 {batam.tribunnews}

fokus berita : #Ansar Ahmad