26 Oktober 2020

Rusak Tersambar Petir, Fraksi Golkar DPRD Bali Desak Kori Agung Puri Besakih Segera Diperbaiki

Berita Golkar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengingatkan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk memperhatikan kori agung (pintu utama) Pura Agung Besakih yang kepalanya (murda) rusak akibat tersambar petir. Hingga saat ini belum ada tindak lanjut penanganan atau perbaikan terhadap murda kori agung Pura Besakih tersebut.

"Mohon agar dilakukan perbaikan sesegera mungkin," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Rawan Atmaja saat membacakan pandangan umum fraksi-fraksi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 10 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah dalam rapat paripurna DPRD Bali,(19/10/2020).

Baca Juga: Airlangga dan Seluruh Kader Golkar Ikrar Kesetiaan Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin

Menurutnya, Peristiwa murda kori agung Pura Besakih yang tersambar petir merupakan cihna (tanda) cuntaka (kotor) yang berdampak buruk terhadap Gumi Bali dan isinya. Setelah pemugaran selesai, Rawan meminta Koster agar dilanjutkan dengan ritual upahayu jagat untuk nyomia gering agung yang telah menimpa gumi Bali.

Diberitakan sebelumnya, Gelung Agung paling atas (Mudra) di bangunan utama Pura Besakih di Karangasem, Bali, roboh disambar petir, Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

Salah satu Jro Mangku di Pura Besakih, Jro Mangku Widiarta mengaku saat ini para prajuru di Pura Besakih sedang melaksanakan rapat untuk membahas tindak lanjut pascarobohnya Gelung Agung tersebut.

Baca Juga: Darul Siska Salurkan Bantuan Pangan Tambahan Untuk 10 Ribu Relawan COVID-19 di Sumbar

"Gih yakni wau roboh disambar petir jam kalih (Ya benar baru roboh disambar petir jam 2 siang). Mangkin titiang kari rapat paruman sareng prajuru sami (Sekarang saya sedang rapat dengan pihak terkait)," kata Jro Mangku Widiarta saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon.

Jro Mangku Widiarta menuturkan, Gelung Agung atau mudra yang tersambar petir itu tepat ada di pemedalan utama mandala Pura Besakih.

Jro Mangku belum bisa menilai apakah ini ada pertanda atau pesan dari robohnya Gelung Agung ini atau tidak. "Tiang tidak bisa mengatakan apa-apa dulu soal itu. Sebab itu harus disepakati di paruman dulu setelah minta petunjuk," katanya.

Baca Juga: Ahmad Yasir Ridho Konsolidasikan Golkar Sumut Menangkan Bobby-Aulia di Pilkada Kota Medan

Jro Mangku pura besakih, Jro Mangku Widiarta mengatakan, Gelung Agung paling atas (Mudra) di Utama Mandala Pura Besakih yang roboh tersambar petir ternyata memiliki usia yang cukup tua.

Meski tak tahu pasti, namun jro mangku besakih menduga bangunan itu dibangun sejak tahun 80-an silam. "Yening nike titiang nenten sanget uning (Saya kurang tahu). Perkiraan sekitar tahun 80-an dibangun," ujar Jro Mangku Widiarta. {balipost}

fokus berita : #Wayan Rawan Atmaja