26 Oktober 2020

Tak Ada Hujan Lebat, Walikota Rahmat Effendi Sebut Banjir Bekasi Kiriman Dari Bogor

Berita Golkar - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayahnya merupakan banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, sejak Sabtu 24 Oktober 2020 wilayah Kota Bekasi tidak mengalami hujan lebat.

"Kan engga ada hujan kita disini, curah hujan nya disana (Bogor) besar," kata pria yang disapa Pepen itu kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Secara otomatis, lanjut dia, bila di Bogor mengalami hujan lebat, maka yang terjadi adalah volume air akan meningkat sehingga sejumlah bendungan yang mengalir ke Kali Bekasi dibuka agar debit air tidak mengalami peningkatan di Bogor.

Baca Juga: 92 Tahun Sumpah Pemuda, Bamsoet Ajak Kedepankan Kolaborasi Demi Indonesia Maju

"Jadi kalau hujannya jam 2, 2 jam hujan disana besar sampai jam 4, tambah 4 jam lagi bendung (Katulampa) sudah harus dibuka, hanya dengan cara itu tidak ada cara lain," beber dia.

Di wilayah Kota Bekasi saja, lanjut politikus Golkar ini, sudah membuka 3 bendungan. Namun demikian, debit air yang begitu tinggi membuat air meluap ke pemukiman warga.

"Bendung udah 3 yang dibuka,tapi volume nya udah engga bisa nampung mau engga mau dia naik itu udah hukum alam," jelas dia.

Baca Juga: Prihatin Penahanan Jonas Salean Oleh Kejati NTT, Melki Laka Lena Minta Pembantaran

Diketahui ada sekitar 6 Kecamatan di Kota Bekasi yang mengalami banjir yakni di Villa Nusa Indah, Kemang Ifi, Pondok Mitra Lestari, Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa. "Saya sudah jelaskan 6 Kecamatan itu yang berarti dialiri oleh kali bekasi DAS nya berarti itu yang kena," ucap dia.

Agar permasalahan tak terulang, Pepen mengatakan, pihaknya tengah koordinasi dengan pemerintah pusat tengah mengkebut proses revitalisasi sungai.

"Penanganannya kan pemerintah pusat lagi melakukan kegiatan untuk revitalisasi, (anggarannya) Rp 4,5 triliun lebih di bulan November ini udah mulai berjalan," imbuh dia.

Baca Juga: Survei Indikator, Elektabilitas Golkar Turun Dari 8,3 Persen Jadi Tersisa 6,7 Persen

Pepen mengaku, pihaknya telah meminta kepada DPRD Kota Bekasi agar bisa membantu warga yang terdampak banjir, sehingga permasalahan banjir di wilayahnya ini tidak kembali terulang setiap musim penghujan tiba.

"Makanya tadi saya sampaikan juga sama pak ketua DPRD dan teman-teman di DPRD buat membantu kan di warga itu, bisa saja nanti ada yang susah mau di bebasin untuk wilayahnya kan mesti harus 15 meter dari bibir kali untuk melakukan revitalisasi kedepan," jelas dia. {megapolitan.okezone}

fokus berita : #Rahmat Effendi