27 Oktober 2020

Golkar Punya Daya Tawar Tinggi, Airlangga Dinilai Berpeluang Besar di Pilpres 2024

Berita Golkar - Walau pun elektabilitas Puan Maharani dan Airlangga Hartarto masih dibawa, namun Puan Maharani yang merupakan anak Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Airlangga yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar dinilai mempunyai peluang lebih besar dari lainnya untuk bersaing di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Singkatnya kondisi real saat ini yang berpeluang mencalonkan diri adalah Puan Maharani, Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto. Meski begitu, realitas ini tentu tak bisa mengabaikan begitu saja hasil survei berbagai lembaga.

Terakhir lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya pada Minggu (25/10/2020). Berdasarkan hasil survei itu, Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, berada di urutan teratas mengalahkan Prabowo dan Anies Baswedan.

Baca Juga: Dyah Roro Esti Ungkap Potensi Luar Biasa Energi Terbarukan RI Hingga 442 GW

Pilpres 2024 sendiri akan menarik karena tidak ada calon petahana lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa maju lagi karena sudah dua periode. Sejumlah tokoh pun disebut-sebut layak maju menjadi Capres mulai dari Ganjar Pranowo, Puan Maharani hingga Anies Baswedan. Berikut ini tokoh-tokoh yang diperkirakan bakal meramaikan dinamika Pilplres 2024:

1. Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo menjadi sosok yang potensial maju di Pilpres 2024. Hasil survei Indikator Politik yang dilakukan pada 24-30 September 2020, Ganjar berada di urutan teratas sebesar 18,7 persen. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dari survei yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya hingga terakhir, Ganjar terus mengalami kenaikan keterpilihan dari responden.

Baca Juga: Tak Ada Hujan Lebat, Walikota Rahmat Effendi Sebut Banjir Bekasi Kiriman Dari Bogor

Tercatat, pada Februari 2020 sebesar 9,1 persen, Mei 2020 sebanyak 11,8 persen, dan Juli 2020 sebesar 16,2 persen. "Kenaikan itu disokong dari Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi konsolidasi elektoral Ganjar, dan menguatnya basis PDI Perjuangan memilih Ganjar."

"Pemilih beretnis Jawa pun lebih memilih Ganjar," ujar Burhanuddin saat merilis hasil survei Indikator secara online, Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Terkait hasil survei ini, Ganjar enggan memberi tanggapan. "Tidak (ada tanggapan)," kata Ganjar dalam pesan singkat melalui Whatsapp, Senin (26/10/2020).

2. Sandiaga Uno

Setelah kalah dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno berpeluang kembali untuk maju kembali dalam Pilpres 2024. Terlebih hingga saat ini belum ada kejelasan apakah Ketua Umum Partai Gerindra akan maju kembali untuk ke-4 kalinya dalam Pilpres 2024.

Baca Juga: GP Ormas MKGR Jatim Janjikan 10 Ribu Suara Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman di Pilkada Kota Surabaya

Soal peluang di Pilpres 2024 ini, Sandiaga pernah memberikan tanggapan. Hal itu disampaikan Sandiaga saat sesi wawancara dengan pakar hukum Tata Negara Refly Harun pada pertengahan Maret 2020 lalu.

Sandi mengatakan, politik adalah sesuatu yang mengalir dan tidak bisa diatur-atur. "Saya lihat politik itu nggak bisa kita atur-atur, politik itu mengalir saja. Saya akan lakukan terus dengan ada di tengah masyarakat."

"Saya akan fokus memberi solusi lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat yang saat ini mengeluh soal kenaikan harga-harga, di bawah Relawan Indonesia Bersatu," ujar dia.

Baca Juga: Andi Rachman Serahkan Beasiswa Rp.2,4 Juta Per Semester Bagi 104 Mahasiswa Universitas Tuanku Tambusai

Masih belum puas dengan jawaban Sandiaga Uno, Refly kemudian bertanya jika nantinya di 2024 harus melawan Prabowo yang bisa saja berkolisi dengan Puan Maharani sebagai Calon Wakil Presiden.

"Bicara politik ini kan kemungkinan-kemunginan. Prabowo bisa saja maju lagi dan pasangannya Puan Maharani. Kemudian kelompok non state ini pengen figur lain. Anies-Sandi misalnya. Anda membayangkan nggak bung bakal berhadapan dengan Prabowo? head to head," cerca Refly.

Sandi kemudian mengaku tak ingin menjawab hal itu karena kemungkinan itu bagian dari hal yang tidak bisa ia kontrol.

Baca Juga: Sesuai Prediksi Agun Gunandjar, 8 Tahun Kabupaten Pangandaran Tunjukkan Kemajuan Positif

"Ada hal yang bisa kita kontrol, ada hal yang tidak bisa kita kontrol. Hal-hal yang nggak bisa kita kontrol percuma kita ngebayangin, percuma mikirin karena kita nggak bisa kontrol. Hal-hal yang bisa kita kontrol saja yang kita pikirin," ujar Sandi.

Menurut Sandi, berkaca dari pengalamanya dalam kontestasi Pilkada 2017 dan Pilpres 2019, dalam politik tidak ada yang pasti dan sangat cair. Di Pilgub DKI, awalnya ia maju sebagai Cagub dan di detik akhir ia justru menjadi Cawagub mendampingi Anies.

Padahal Anies sebelumnya tidak muncul sebagai Cagub. Begitu juga dengan Pilpres 2019, dirinya diminta menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo di detik-detik akhir. "Belajar dari dua pengalaman itu menurut saya (politik) sulit ditebak," ujar dia.

Baca Juga: Ribuan Kader Meriahkan HUT Ke-56, Gandung Pardiman Optimis Golkar DIY Bangkit Kembali

3. Anies Baswedan

Anies Baswedan juga berpeluang besar untuk maju dalam Pilpres 2024. Merujuk hasil survei Indikator misalnya, Anies memiliki elektabilitas 14,4 persen, atau di urutan ketiga di bawah Ganjar dan Prabowo. Namun, hingga saat ini, Anies enggan menanggapi soal peluangnya di Pilpres 2024.

Pada tahun lalu, Anies menyatakan dirinya fokus mengurus Jakarta. "Saya bilang lagi ngurus Jakarta," ucap Anies menanggapi ucapan Surya Paloh yang diiringi tertawa, di Gedung DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

4. Puan Maharani

Meski memiliki elektabilitas yang saat ini masih relatif kecil, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani berpeluang besar untuk maju Pilpres 2024. Menurut survei Indikator, Puan di urutan ke-11 dengan elektabilitas 0,9 persen.

Baca Juga: Soal Vaksin COVID-19, Bamsoet Minta Dipastikan Dulu Keamanan dan Kehalalannya

Pakar hukum Refly Harun menyebut ada peluang menduetkan Prabowo dengan Puan Maharani. Namun, sejauh ini, Puan Maharani pun enggan berkomentar soal peluangnya di Pilpres 2024.

5. Airlangga Hartanto

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto diperkirakan juga bakal turut meramaikan bursa Pilpres 2024. Bahkan, dorongan Airlangga maju Capres sudah dimunculakn sejak tahun lalu. Atas dorongan itu, Airlangga menyebutnya sebagai aspirasi.

"Itu aspirasi. Ini akan dibahas dalam Munas," katanya di sela-sela Munas yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) seperti diberitakan Kompas.com.

6. Agus Harimurti Yudhoyono

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono juga diperkirakan bakal maju di Pilpres 2024. Hal itu pernah diungkap oleh lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Baca Juga: Rusak Tersambar Petir, Fraksi Golkar DPRD Bali Desak Kori Agung Puri Besakih Segera Diperbaiki

Menanggapi hal itu, Ferdinad Hutahaean yang saat itu masih menjabat Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat mengatakan, masuknya AHY dalam kategori kandidat potensial di Pilpres 2024 adalah harapan besar bagi partai dan seluruh kader.

Ia mengatakan, hal itu akan semakin membuka kesempatan bagi partai Demokrat untuk kembali memimpin bangsa dan negara, seperti pada saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Munculnya nama AHY ini tentu akan membuka pintu kembali Partai Demokrat untuk bisa memimpin bangsa, dan menghadirkan kesejahtetaan bagi rakyat sebagaimana selama 10 tahun SBY memerintah."

"Dan tentu cita-cita Partai Demokrat akan memberikan yang lebih baik lagi," kata Ferdinand saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga: Airlangga Tegaskan Golkar Institute Untuk Lahirkan Pemimpin Tangguh di Panggung Politik

7. Prabowo Subianto

Meski tiga kali kalah dalam Pilpres, tak membuat Prabowo pupus harapan untuk maju di Pilpres 2024. Peluang Prabowo untuk maju ke-4 kalinya tetap terbuka. Terlebih saat ini Prabowo kembali menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Hal itu diungkap oleh Ahmad Muzani sebelum Kongres Luar Biasa Gerindra pada Agustus lalu. "Pak Prabowo tadi di hadapan Kongres Luar Biasa mengatakan bahwa tentang hal tersebut akan diputuskan satu tahun atau satu setengah tahun sebelum pemilihan presiden," kata Muzani.

Merujuk pernyataan ini, maka paling cepat Gerindra akan mengumumkan capres yang hendak diusung pada akhir 2022 atau awal 2023. {manado.tribunnews}

fokus berita : #Airlangga Hartarto