30 Oktober 2020

Pernyataan Presiden Macron Sakiti Umat Islam, Ini 4 Pernyataan Sikap Pengajian Al-Hidayah

Berita Golkar - Presiden Prancis, Emmanuel Macron beberapa waktu lalu menyatakan tidak akan melarang penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan alasan kebebasan bereksresi. Pernyataan ini menuai protes bahkan boikot produk-produk Prancis di seluruh dunia.

Terkait hal tersebut, Ormas Pengajian Al-Hidayah menyatakan sikapnya sebagai berikut:
Pertama: Sangat menyesali dan mengecam keras sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan bahwa Islam adalah “agama yang dalam kondisi krisis di seluruh dunia hari ini” dan akan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai “kebebasan berekspresi”

Kebebasan ekspresi dalam sistem demokrasi saat ini justru haruslah ekspresi yang bertanggungjawab dengan mempertimbangkan pihak lain yang sama-sama memiliki hak berekspresi. Hak berekspresi bertujuan memunculkan karya-karya maupun paradigma berpikir dan perilaku yang bermanfaat untuk peradaban di dunia yang mulai terhubung dan terkait-erat dalam relasi kemanusiaan yang bermartabat.

Kebebasan berekspresi justru bukan untuk membangun sentimen negatif dan kebencian terhadap pihak lain. Jika itu yang terjadi maka kita akan kembali ke dunia gelap di masa lalu.

Kedua: Ormas Pengajian Al-Hidayah Menolak semua bentuk kekerasan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Ketiga: Mendukung langkah diplomatik pemerintah untuk mencari solusi terbaik atas sikap dan pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam sebagai agama radikalis dan ekstrimis.

Keempat: Meminta kepada seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia, agar tidak terprovokasi dan tetap tenang, meskipun secara tegas mengecam keras atas sikap dan pernyataan Presiden Prancis yang telah melukai umat Islam di seluruh dunia.

Kemuliaan Agama Islam dan Nabi Muhammad tentunya tidak akan berkurang dengan sikap provokatif dari Presiden Perancis ini.

Terimakasih.
Harbiah Salahuddin, M.Si (Ketua Umum)
Sekarwati, M.Si (Sekjen)

fokus berita : #Harbiah Salahuddin #Sekarwati