31 Oktober 2020

Kepiluan Walikota Jambi Rindu Mendiang Anak Bungsunya Yang Gagal Lawan Ginjal dan Corona

Berita Golkar - Wali Kota (Walkot) Jambi, Syarif Fasha menumpahkan jeritan hatinya atas kepergian anaknya, Muhamad Fabiansyah Putra. Putra bungsu Fasha itu meninggal setelah gagal melawan sakit ginjal dalam keadaan positif virus Corona (COVID-19).

Muhamad Fabiansyah Putra meninggal dunia pada 21 September lalu. Putra ketiga Fasha menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di Jakarta setelah menjalani perawatan akibat menderita sakit ginjal.

Di peringatan 40 hari meninggalnya Fabiansyah atau yang akrab disapa Bian, Sabtu (31/10/2020), Fasha memposting sebuah video kenangan di akun Instagramnya. Dalam video berjudul 'Catatan Hati Mengenang 40 hari Wafatnya Putra Kami' tersebut, Fasha mengungkapkan kepedihannya dan keluarga atas kepergian Bian.

Baca Juga: Sebut Kampanye Daring Sangat Strategis, Lodewijk Paulus Ibaratkan Serangan Udara di Militer

Dalam video berdurasi 8 menit itu, Fasha menampilkan kumpulan foto-foto Bian, mulai dari bayi hingga sebelum ajal menjemputnya di usia 13 tahun. Tampak Fasha memperlihatkan foto keluarga, termasuk beberapa momen ketika dirinya berfoto berdua sedang salat bersama Bian.

Terdapat backsound lagu religi yang melengkapi curahan hati Fasha dan keluarga. Ada juga sejumlah kalimat yang dituliskan dalam video tersebut.

"Sedih, nak.. Sungguh tidak ada kepahitan hidup selain terpisahkan dengan yang terkasih da berjarak dengan kematian," tulis Fasha dalam video kenangannya bersama sang anak, yang diposting di Instagram-nya, @fasha_jbi.

Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan betapa ia dan keluarga sangat sedih atas meninggalnya Bian. Fasha juga menyampaikan kerinduannya kepada buah hatinya itu.

Baca Juga: Di Acara Mubes IX Ormas MKGR, Airlangga Sebar Optimisme Pemulihan Ekonomi Nasional

"Airmata itu kadang diam-diam mengalir di pipi saat sadar bahwa kau takkan pernah kembali. Bian, anakku.. Kami rindu.. Terima kasih untuk 13 tahun yang indah, nak," ucapnya.

Sebelum meninggal, Bian terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Bian menyusul Fasha yang lebih dulu diketahui positif Corona. Belum diketahui dari mana Fasha terpapar COVID-19. Namun beberapa waktu terakhir, Fasha diketahui bolak-balik antara Jambi-Jakarta.

Fasha harus sering meninggalkan Jambi lantaran Bian dirawat di RSCM, Jakarta, karena sakit ginjal. Bian harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga: Jerry Sambuaga Optimis Revitalisasi Pasar Rakyat Bakal Dongkrak Ekonomi Daerah

Begini rangkuman kisah soal Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang anaknya meninggal dunia saat pandemi Corona:

Wali Kota Jambi Umumkan Positif Corona

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengumumkan terinfeksi virus Corona pada 13 September 2020. Ia menyampaikan kabar lewat video yang ia posting di media sosial.

"Saya Wali Kota Jambi menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Jambi yang saya cintai serta ASN Kota Jambi dan rekan-rekan wali kota dan bupati se- Indonesia. Hari ini saya sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Tadi malam hasil swab menyatakan saya positif COVID-19," kata Fasha dari video yang diunggahnya, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga: Anggota DPRD Karangasem, Nyoman Sumadi Bagikan 2,56 Ton Beras di Desa Pesedahan

Fasha mengaku tak mengalami gejala COVID-19 apa pun. Kondisinya normal dan termasuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) Meski tidak mengalami gejala apa pun, Fasha memutuskan melakukan isolasi di rumah sakit. Sebab, dia khawatir keputusannya isolasi mandiri justru berisiko.

"Saya juga tidak melakukan isolasi mandiri karena saya takut berisiko. Maka dari itu, saya minta diisolasi di salah satu rumah sakit," ujar Fasha.

Istri dan 2 Anak Fasha Juga Positif Corona

Ternyata, virus Corona juga menjangkit istri dan dua anak Syarif Fasha. Mereka disebut positif Corona setelah tertular dari sang wali kota. Salah satu anak Fasha yang terinfeksi Corona itu adalah Bian.

Baca Juga: Mubes IX Ormas MKGR, Adies Kadir Ditetapkan Jadi Ketua Umum Dengan Aklamasi

"Yang terkonfirmasi positif itu pertama ialah putra kedua bapak Wali Kota Jambi, lalu putra keduanya itu memiliki kontak erat sama ibu wali dan ibu wali juga memiliki kontak erat dengan putra ketiga bapak Wali Kota. Maka dari itu ketika di uji swab mereka semua terkonfirmasi positif COVID-19," kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana dari tayangan video yang dilihat detikcom, Sabtu (19/9/2020).

Istri Fasha dan kakak Bian akhirnya ikut dirawat di rumah sakit. Saat Fasha menjalan isolasi di rumah sakit, Pemkot Jambi meniadakan sejumlah rapat selama dua pekan.

"Mari kita mendoakan atas kesembuhan bapak Wali Kota Jambi, Syarif Fasha lalu istrinya dan kedua anaknya. Semoga secepatnya sehat dan dapat pulang lagi ke Jambi berkumpul bersama kita semua. Tadi kondisi bapak wali juga sudah dalam keadaan mulai membaik, dan semoga sehat secepatnya," ujar Maulana. 

Baca Juga: Jokowi Terlihat Lebih Nyaman Bersama Golkar Daripada Dengan PDIP

Putra Bungsu Fasha Meninggal Setelah Gagal Melawan Sakit Ginjal dan Corona

Muhammad Fabiansyah Putra meninggal dunia setelah berusaha melawan sakit ginjalnya dan virus Corona, pada 21 September 2020. Putra bungsu Fasha itu meninggal di Jakarta setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit karena mengawalmi sakit ginjal.

"Kami baru saja mendapatkan informasi. Jika baru saja, anak bungsu dari bapak Wali Kota Jambi meninggal dunia pada pukul 13.15 WIB. Oleh karena itu kami mengirimkan rasa duka yang mendalam, semoga ananda diterima di sisi Allah SWT," kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, dalam video yang dikirim Pemkot Jambi, Senin (21/9/2020).

Pemkot Jambi mengajak warga menggelar salat gaib dan mendoakan Fabiansyah. Maulana berharap keluarga Fasha diberi ketabahan. Salat Gaib dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Jambi.

Baca Juga: Gelar Dikpol, Rakerda, Rakornis Bappilu dan TOT BSN, Golkar Babel Siap Menangkan 4 Pilkada

"Mari kita sama-sama mendoakan dan melakukan salat gaib untuk mengiringi kepergian ananda Fabiansyah Putra. Kami juga mendoakan agar keluarga bapak Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, diberikan ketabahan serta juga bapak diberikan kesehatan," tuturnya.

Ucapan Dukacita dari Kolega

Sejumlah pihak turut menyampaikan rasa duka cita kepada Syarif Fasha atas meninggalnya Bian. Di antaranya Bupati Merangin Jambi, Al Haris dan Bupati Tanjung Jabung Timur Jambi, Romi Hariyanto.

"Atas nama Bupati Merangin dan masyarakat Merangin Jambi, Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam dengan kepergian anak dari abang saya, Syarif Fasha. Saya mendoakan agar beliau ditempatkan di surganya Allah SWT," kata Al Haris kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Airlangga Minta Ormas MKGR Konsolidasikan Kader Kerja Keras Menangkan Golkar di Pilkada 2020

Selain mendoakan kepergian Fabiansyah, Al Haris juga mendoakan Fasha tetap sehat dan tabah menyikapi hal ini. Dia mengaku turut merasakan kesedihan yang dirasakan Fasha

"Buat abang saya, Fasha tetap kuat dalam menghadapi cobaan ini. Walau kita tahu selama ini anak kita, Fabian dalam menjalani pengobatan di Jakarta. Namun Allah berkehendak lain, Allah begitu sayang dengan anak kita, Fabian," ujar Haris.

Sementara itu Romi Hariyanto juga menyampaikan dukacita. Dia menyebut Fabian seperti keponakannya sendiri.

Baca Juga: Teropong Democracy Award 2020, Lamhot Sinaga Raih Best Freedom Of Speech

"Saya atas nama pribadi dan putra daerah Tanjung Jabung Timur, serta seluruh masyarakat Tanjung Jabung Timur mengucapkan duka yang mendalam atas kepergian anak ataupun keponakan kami. Kami mendoakan agar almarhum ditempatkan di surga dan keluarga diberikan ketabahan," tutur Romi.

Jeritan Hati Wali Kota Jambi Kehilangan Buah Hati

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengenang sosok anak tercintanya, Bian yang sudah 40 hari dipanggil Tuhan. Jeritan hati itu di-posting oleh Fasha di akun Instagram pribadinya. Fasha mengungkapkan rasa rindunya terhadap sang anak.

Selain mengungkapkan rasa rindunya kepada Fabiansyah, Fasha menyebut kepergian putranya itu bagaikan mimpi buruk yang dialaminya. Ia bahkan menginginkan agar sosok anaknya itu kembali di pelukannya dan bercengkerama bersama keluarga tercinta.

Baca Juga: Ditabrak OTK Saat Pasang APK Di Pamulang, Relawan Ben-Pilar Patah Tulang Lutut Kiri

"Anakku empat puluh hari kepergianmu, kadang aku masih berharap ini hanya mimpi buruk yang singkat. Kerap aku berharap terjaga dan kembali menemukanmu ada di sisi. Tetapi ini bukan mimpi, air mata itu kadang diam-diam mengalir di pipi, saat sadar kau tak akan pernah kembali lagi," ucap Fasha.

"Saat-saat seperti itu hanya bentangan sajadah tempat kuberserah diri, kutadahkan tangan ini nak. Tangan yang rasanya tak pernah cukup menuntunmu hingga keperaduan terakhirmu. Tangan yang gemetar menyambut kehadiranmu di dunia ini. Tangan ini pula yang bergetar mencoba mengiklaskanmu sendiri dalam liang lahat yang gelap," lanjutnya.

Kepergian Bian menjadi pukulan yang amat terdalam bagi Fasha. Anak bungsu yang bercinta-cita ingin menjadi hafiz Qur'an itu pergi di usianya ke-13 tahun. Fasha pun mengingat saat Bian berada dalam masa kritis saat melawan sakit gagal ginjal dalam kondisi positif Corona.

Baca Juga: Narkoba Mulai Masuk Desa dan Sasar Pelajar SD, Andi Rio Idris Padjalangi Minta Warga Bone Waspada

Fasha juga mengingat bagaimana sebelum meninggal dunia, Bian masih sempat menanyakan di mana Al-Qur'an kesayangannya. Momen itu menyadarkan Fasha agar lebih ikhlas atas kepergian anak bungsunya itu.

Fasha juga mendoakan kepergian Bian. Ia juga menyakini ia bersama seluruh keluarga tercintanya kelak akan dipertemukan kembali oleh Bian di tempat terbaik yang telah dijanjikan Tuhan.

"Kini hanya dalam doa-doa panjang yang kami titipkan salam, kami titipkan rindu. Kami menghamba dan tiada daya upaya selain-Nya. Sungguh tidak ada kepahitan hidup selain terpisahkan dengan yang terkasih dan berjarak dengan kematian. Jarak yang tak terukur jeda tak berujung, jarak yang kami amini agar kelak kita kembali dipersatukan di tempat terbaik yang Allah miliki," sebut Fasha.

Baca Juga: MKGR Bukan Ormas Kaleng-Kaleng, 5 Kadernya Jadi Pimpinan Komisi di DPR RI

Terakhir, Fasha juga mengucapkan kerinduannya yang teramat mendalam. Ia sempat menyampaikan di waktu 13 tahun bersama anak bungsunya itu menjadi momen yang tak terlupakan.

"Anakku Bian kami rindu, terima kasih untuk 13 tahun yang indah, Nak. 13 tahun yang sarat dengan memori, kelahiranmu menceriakan kami, kehadiranmu mewarnai hari-hari kami," ucapnya.

"Berat rasanya menghadapi hari tanpamu, tetapi sebagaimana ketabahanmu kami pun belajar untuk tetap tabah. Kenangan tentangmu akan kami ukir dalam ingatan bahwa kami pernah memiliki seorang putra yang membanggakan," tutup Fasha. {detik}

fokus berita : #Syarif Fasha #Muhamad Fabiansyah Putra