03 November 2020

Tekad Adi Sukemi Jadikan Pangkalan Kerinci Kota Modern, Berbudaya dan Religius

Berita Golkar - Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 4 yang diusung tunggal Partai Golkar bertekad menjadikan Pangkalan Kerinci sebagai Kota yang modern, berbudaya dan religius.

"Ke depan, atas izin Allah SWT, dibawah kepemimpinan Adi Sukemi- HM. Rais, kita ingin lebih mengeksplor potensi pengembangan Kota Pangkalan Kerinci dengan kosep modern, berbudaya dan tentunya religius," papar Adi Sukemi, ST.MM sang Calon Bupati Pelalawan periode 2021-2026 kepada awak media, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, harus ada konsep yang jelas dan berorientasi kepada kepentingan bersama jika ingin menjaga eksistensi Kota Pangkalan Kerinci sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan yang mumpuni dan bisa menjadi tolak ukur kota-kota lainnya.

Baca Juga: 11 Petani Tewas Kesetrum Jebakan Tikus, Bambang Purwanto Minta PLN dan Pemkab Sragen Tanggungjawab

"Warga Pangkalan Kerinci membutuhkan perencanaan pengembangan kota yang terstruktur baik, masif dan sistematis untuk fokus pada tujuan bersama yaitu kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat," ucapnya

Adi Sukemi menyebutkan konsep yang modern harus jelas seperti Smart Economy,smart mobility, smart prople, smart environment, smart governance, smart living dan lainnya.

"Permasalah mendasar dari Ibukota Pangkalan Kerinci yakni penataan kota yang harus lebih tertata lagi ke depannya. Hal ini agar permasalahan banjir yang selama ini melanda tidak meluas.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Desak Setop Hubungan Diplomasi Dengan Prancis Hingga Macron Minta Maaf

Ruang terbuka hijau harus diperbanyak begitu juga pengembangan wisata keluarga dengan konsep beragama suku budaya yang ada. Modern bagi saya adalah aman dan nyaman bagi masyarakat berdomisili di Kota ini. Namun modern yang tetap manjaga dan melestarikan budaya yang menjadi misi visi Adi Sukemi-H.M. Rais," tuturnya.

Selain modern dan berbudaya, konsep Kota Pangkalan Kerinci yakni harus religius. Pangkalan Kerinci punya potensi areal pengembangan wisata religius di sekitar Masjid Agung Ulul Azmi.

"Kegiatan keagamaan harus dihidupkan. Para tahfidz Quran harus dibina. Harus bisa menjadi pusat pengembangan dan pengkajian agama secara mendalam. Selain itu tentunya melengkapi sarana dan prasarana fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Kita bisa karena Kita yakin Kita mampu.Semoga saja Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghafur terwujud kedepannya," tutup Adi Sukemi. {riaueditor}

fokus berita : #Adi Sukemi