04 November 2020

Menangkan 70 Persen Dari 19 Pilkada se-Jatim, Sarmuji Siapkan Ratusan Saksi Jadi Pasukan Infanteri

Berita Golkar - Partai Golkar Jawa Timur menyiapkan pasukan “infanteri” dalam menghadapi serangan darat pada Pemilukada 9 Desember akan datang. Mereka saat ini tengah ditempa dalam training of trainer (TOT) Badan Saksi Nasional (BSN) di Hotel Singgasana Surabaya, selama dua hari mulai Rabu (4/11/2020) hari ini.

Sebelum diterjunkan, mereka dibekali berbagai aturan sehingga pada saat tugas di TPS sudah tau apa yang harus dikerjakan. “Ibarat perang, para saksi ini adalah pasukan infanteri,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji kepada wartawan, usai membuka TOT.

TOT ini sebagaimana di laporkan oleh Ketua BSN Golkar Jawa Timur Hery Soegihono diikuti 106 peserta, utusan 19 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada serentak ditambah peserta DPD Golkar Provinsi JawaTimur.

Baca Juga: Ridwan Bae Tegaskan Tak Ada Oligarki dan Politik Dinasti di Era Demokrasi

Semua peserta juga menjalani prokes (protokol kesehatan) secara ketat termasuk rapid test. Acara ini menindaklanjuti dari program BSN DPP Partai Golkar. Untuk jangka panjang adalah Pilpres dan Pileg. Namun paling mendesak yakni Pilkada serenak Desember nanti.

M. Sarmuji menyatakan, setelah mengikuti TOT ini, mereka yang lolos akan bertugas menjadi trainer dalam TOT di daerahnya masing masing baik tingkat kecamatan maupun kelurahan Setelah itu diterjunkan di pilkada serentak.

Bendahara Golkar Jatim Blegur Prijanggono memberikan cinderamata kepada Syahmud B Ngabalin,Ketua BSN DPP Partai Golkar “Targetnya, setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) Golkar punya dua saksi yakni saksi dalam dan saksi luar, jelas Sarmuji.

Baca Juga: Sahbirin Noor Bakal Pertahankan dan Revitalisasi Pasar Tradisional Jadi Sehat dan Higienis

Selama ini kelemahan mendasar di Golkar adalah penyiapan para saksi. Padahal saksi ini sangat penting dalam usaha mencapai kemenangan.

Sarmuji, yang juga anggota Komisi Xl DPR RI asal Dapil Jatim Vl mencontohkan, di dapilnya sendiri, saya termasuk pendulang suara terbanyak disetiap TPS. Tapi di setiap TPS tidak semua ada saksinya. Anehnya, TPS yang ada saksinya pun, malah tidak ada suaranya. “Inilah problem kita hari ini,” ujarnya.

Pihaknya tidak mengelak bahwa penyiapan saksi membawa konsekwensi yaitu soal uang. Tapi di Partai lain tanpa uang kenapa bisa. Mereka menjadi saksi berangkatnya adalah ibadah. Tapi di Golkar apa bisa saksi berangkat kalau tidak ada transport.

Baca Juga: Arif Fathoni Ragu Kota Surabaya Sudah Baik Di Bawah Tri Rismaharini, Ini Alasannya

Tapi Sarmuji mengingatkan bahwa besar kecilnya tranport jangan menjadi penentu berangkat tidaknya saksi datang ke TPS. Hari ini, kata Sarmuji, kita membekali diri dengan berbagai hal agar supaya para saksi tau akan tugasnya.

Disatu sisi, Sarmuji juga nitip pesan kepada Mas Syahmud B Ngabalin, Ketua Badan Saksi Nasional (BSN) menjelaskan tentang strategi menang menang. Kedua, mengenai tindak lanjut dari BSN ini. Jangan sampai setelah ini mandeg (berhenti).

Sementara itu Ketua BSN DPP Partai Golkar Syahmud B Ngabalin menyatakan, Jawa Timur menjadi DPD ke 20 yang menggelar TOT. Dia mengaku setelah keliling ke beberapa daerah, TOT Jawa Timur ini diluar ekpektasinya karena respon DPD ll sangat tinggi dan pesertanya antusias.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Desak Setop Hubungan Diplomasi Dengan Prancis Hingga Macron Minta Maaf

Lembaga BSN ini baru terbentuk, sehingga perlu banyak penyesuaian. Menurut Syahmud, pulau Jawa mendapat perhatian serius mengingat jumlah pemilihnya meyoritas.

Kemenangan Pemilu sangat ditentukan oleh saksi. Sebab itu saksi TPS wajib tau aturan agar diperhitungkan. Syahmud juga mengharapkan agar peserta TOT ini mengikuti pemateri dengan serius sebab akan menentukan kelulusan sebelum mendapat tugas sebagai seorang trainer. {wartatransparansi}

fokus berita : #Sarmuji #Blegur Prijanggono