06 November 2020

Gantikan Wiranto Pimpin PB PBSI, Ini Sosok Agung Firman Sampurna

Berita Golkar - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI, DR Agung Firman Sampurna CSFA terpilih aklamasi menjadi Ketua Umum PBSI periode 2020-2024 pada Munas PBSI 2020, di Hotel JHL, Serpong, Tangerang, Jumat (6/11/2020).

Masyarakat Sumsel pastinya berbangga lantaran Agung yang merupakan sulung dari empat bersaudara anak dari politisi Golkar Drs H Kahar Muzakir yang telah menjabat di Fraksi Golkar DPR RI empat periode 2004-2024 ini merupakan putra terbaik Sumsel.

"Tentunya kami pengurus PBSI Sumsel sangat senang sekali dengan terpilihnya Pak Agung. Karena bagaimana pun juga yang pasti Sumatera Selatan diprioritaskan atau diperhatikan oleh Pak Agung," ungkap Ketua Umum Pengprov PBSI Sumsel Amrullah SH MM didampingi Sekum PBSI Sumsel Erwinsya ST.

Baca Juga: Bikin Haru! Basuh Kaki Oma Stin Siwu, Michaela Paruntu Sebut Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Pengprov PBSI Sumsel yang menjadi salah satu motor suksesi mendukung Agung yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Sriwijaya (IKA Unsri), menyampakan harapan ke depannya.

"Ya pastilah kita salah satu motornya (pendukung) pada Munas tadi. Kita harapkan dengan terpilihnya Pak Agung, mudah-mudahan kita mendapat porsi baik menjadi penyelenggara event-event bersifat nasional maupun internasional," kata Amrullah yang juga Direktur Umum dan SDM PT Semen Baturaja.

Namun bukan itu saja kata Amrullah target yang ingin dicapai PBSI Sumsel. Menurutnya yang penting atlet Sumsel ada yang menciptakan prestasi di kancah internasional.

Baca Juga: Ini Cara Singgih Januratmoko Ajak Warga Sukoharjo Aplikasikan Empat Pilar Kebangsaan Sehari-hari

"Itu yang kita harapkan. Melihat apa yang disampaikan Pak Agung visi misinya tadi sangat bagus, kita yakin Pak Agung bisa membawa PBSI ini lebih baik lagi dan target beliau luar biasa sehingga kita harapkan dukungan dari semua pengurus agar Pak Agung bisa mewujudkan apa yang menjadi visi misinya," pungkasnya.

Berdasarkan hasil verifikasi tim Penjaringan dan Penyaringan Munas PBSI 2020, Agung Firman didukung oleh 29 pengprov, sementara suara lima Pengprov dianggap gugur lantaran adanya dukungan ganda.

"Saya akan sampaikan beberapa gagasan yang saya miliki, sebelumnya, terima kasih kepada seluruh Pengprov karena saya telah diberikan kepercayaan jadi Ketua Umum PBSI," ujar Agung Firman.

Baca Juga: Ormas MKGR Banten Siap Menangkan Benyamin-Pilar Saga di Pilkada Tangsel

Agung menjelaskan bahwa sejak lama bulutangkis telah menjadi alat kebangsaan untuk mengaktualisasi identitas bangsa.

"Pembangunan bangsa itu sejak tahun 1948, 3 tahun kemudian, PBSI terbentuk, dan kemudian, dari tahun 1951, Soekarno mengambil keputusan khusus bulu tangkis, di mana Presiden Soekarno ingin Indonesia masuk 10 besar dunia," katanya.

Agung juga menyoroti Indonesia yang berhasil menyatukan Piala Thomas dan Uber dengan juara tim putra dan putri pada 1984 dan 1994. "Sekarang sudah 26 tahun, kini ada di tangan kita sendiri agar Thomas dan Uber akan kembali kita rebut," ujar Agung.

Baca Juga: Trump Atau Biden Terpilih Jadi Presiden, Lodewijk Paulus Pastikan Indonesia Tetap Sahabat AS

Agung juga menegaskan bahwa olahraga badminton selalu berhasil membawa kehebatan Indonesia sebagai bangsa. "Oleh karena itu, bulu tangkis bukan hanya olahraga tapi alat persatuan nasional," tandasnya.

Sebelumnya, bakal calon Ketum PBSI akan diperebutkan dua orang. Mereka adalah Agung Firman Sampurna yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Ari Wibowo, yang merupakan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Banten.

Akan tetapi, laju Ari Wibowo harus terhenti setelah Tim Penjaringan PBSI menyatakan Ari tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon Ketum. Persoalan Ari dinyatakan tidak lolos karena terdapat lima surat suara dukungan ganda.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19

Sepintas mengenal Agung kelahiran Madiun 19 November 1971 sebagai Ketua BPK periode 2019-2022. Bahkan pada saat tertunjuk menjadi Ketua BPK ia terpilih secara aklamasi oleh sembilan anggota BPK. Namun, Agung memang memiliki pengalaman lebih di BPK.

Sebelum menjadi Ketua BPK, ia merupakan anggota I BPK-RI periode 2014-2019, anggota V periode 2013-2014, anggota III periode 2012-2013. Sebelum menjadi anggota BPK, ia juga bekerja di Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2007.

Kiprahnya di bidang keuangan pun sudah tidak diragukan lagi. Semasa pendidikanya, pria asal Palembang ini memang memfokuskan diri pada bidang ekonomi. Agung sejak kecil mengenyam pendidikan di Palembang.

Baca Juga: Gandeng Rachmad Darmawan, Arinal Djunaidi Bakal Jadikan Lampung Lumbung Prestasi Bola Nasional

Mulai dari SD Negeri 65 Palembang (1985), SMP Negeri 1 Palembang (1987), SMA Negeri 1 Palembang (1990), menamatkan Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Magister (S2) Program Studi Adminstrasi dan Kebijakan Publik UI, dan Doktor (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik UI.

Selain itu, Agung juga menerima penghargaan Bintang Mahaputra Nararya yang diberikan oleh Presiden RI Ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga aktif dalam meningkatkan dan mendorong mahasiswa untuk produktif dalam pembuata karya ilmiah yang saat ini tergolong rendah.

Beberapa prestasi memang telah diciptakan Agung. Namun, bagaimana kiprah Agung jika ia akan menjabat dunia yang baru yakni olahraga utamanya bulu tangkis. Tentu saja, ini menarik untuk ditunggu. Agung memiliki satu anak bernama Rahmat Sampurna buah pernikahannya dengan Dian Anggraini. {palembang.tribunnews}

fokus berita : #Agung Firman Sampurna