06 November 2020

Warung Geulis Harmonis, Cara Nurul Arifin Gerakkan UMKM dan Ekonomi Masyarakat Bandung

Berita Golkar - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa berperan sebagai fondasi kokoh dalam upaya memulihkan ekonomi nasional, terutama dari posisi terendah setelah terdampak pandemi COVID-19.

Pemerintah telah menggelontorkan serangkaian bantuan keuangan untuk membangkitkan kembali perputaran usaha yang digerakkan para pelaku UMKM.

Akan tetapi, laju pemulihan ekonomi melalui UMKM bisa lebih melesat jika seluruh tokoh, semisal anggota legislatif, pengusaha, atau pejabat, secara berkesinambungan mengulurkan bantuannya di daerah masing-masing.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19

Dengan satu gerakan inisiatif yang bisa dilakukan public figure di wilayah sekitar mereka, lalu diadaptasi oleh tokoh di daerah lain, maka akan terbentuk titik-titik bantuan krusial yang menjadi sebuah gerakan nasional.

“Sementara dukungan modal bisa dibantu oleh banyak tokoh di sebuah daerah. Misalnya, DPR dengan 575 orang, dan 132 DPD, bisa menjadi gerakan masif untuk membantu membangkitkan ekonomi rakyat kita sendiri, di tengah pandemi yang kita belum tahu sampai kapan akhirnya,” ujar Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, seusai memberi bantuan UMKM lewat program Warung Geulis Harmonis, di Bandung, Jumat, 6 November 2020.

Dari daerah pemilihan Bandung dan Cimahi, Nurul berbekal temuan kebutuhan permodalan bagi para pengusaha kecil yang mencoba beranjak dari himpitan situasi pandemi COVID-19.

Baca Juga: Gandeng Rachmad Darmawan, Arinal Djunaidi Bakal Jadikan Lampung Lumbung Prestasi Bola Nasional

Beberapa kalangan memang membutuhkan bantuan sembako. Akan tetapi, banyak warga menengah-bawah yang dengan energi besarnya bersemangat mencari pemasukan dari usaha kecil mereka.

Yang menjadikan para pelaku UMKM ini was-was, kata Nurul, adalah keraguan dan ketidakmampuan mengajukan akses permodalan ke perbankan.

“Saya melihat harapan akses ke perbankan ini ada di mereka. Ada keinginan di saat tidak punya modal, ingin memulai usaha lotek ke bank, tetapi butuh tanpa beban,” ucap Nurul, yang juga Wakteum DPP Partai Golkar itu.

Menanggapi kondisi tersebut, Nurul menawarkan program dana bergulir dengan nama Warung Geulis Harmonis. “Kita bisa bantu gerakkan perekonomian dari yang terbawah,” kata Nurul, yang bertugas di Komisi I DPR itu.

Baca Juga: Badrun Hasani Ungkap Golkar Kerahkan 8.682 Saksi Untuk Pilgub Bengkulu 2020

Minim Syarat

Program Warung Geulis Harmonis ditawarkan melalui media sosial. Kandidat penerima dana bergulir cukup mengajukan proposal usaha yang berisi jenis usaha, strategi penjualan, hingga keistimewaan produk.

Kebanyakan dari mereka yang terpilih merupakan usaha yang sedang berjalan, masih bersemangat, dan ingin bangkit dari desakan efek pandemi COVID-19.

Proposal mereka ajukan lewat email [email protected] Dari 20 proposal yang diterima tim Warung Geulis Harmonis, ada lima yang lolos persyaratan tersebut.

Baca Juga: Golkar DIY Bakal Gelar Doa Bersama Untuk Mendiang Dalang Milenial Ki Seno Nugroho

Mereka yang terpilih memiliki beragam profesi, mulai dari barista, roti bakar, usaha kue, hingga lotek. Masing-masing pengusaha UMKM diberi dana bergulir sebesar Rp5 juta. Nantinya, mereka akan mengembalikan Rp500 ribu per bulan, selama 10 kali, tanpa bunga.

Prinsip utama dalam dana bergulir ini yakni membangun kepercayaan. Para pelaku UMKM yang mendapat dana bergulir Warung Geulis Harmonis ini merupakan pengusaha yang bertanggung jawab dan bersedia untuk menggenjot performa bisnis agar pengembalian dana bisa terpenuhi dengan lancar.

Nurul Arifin menambahkan, dorongan bagi para pelaku UMKM ini tak hanya berhenti di tahapan pencairan dana. Selama mengikuti program Warung Geulis Harmonis ini, ada tim yang mendampingi.

Baca Juga: Fasilitas GSP Diperpanjang, Menperin Agus Gumiwang Optimis Rebut Pangsa Pasar Thailand di AS

Jika performa terus melonjak, Nurul mengaku tak ragu untuk menyuntik tambahan dana bagi peserta program. “Karena yang butuh modal usaha ini banyak, harapan saya program ini bisa semakin luas, bertambah, dan yang pasti berkelanjutan dan berkesinambungan,” tutur Nurul.

Salah seorang peserta program Warung Geulis Harmonis, Nurbeti (52), merasa selama ini soal permodalan cukup membebani usaha pastry kecil-kecilan yang telah dimulai sejak 2010 di rumahnya, di Kiaracondong, Bandung.

“Berat juga kalau usaha di tengah pandemi, tapi modal terhambat. Bantuan Warung Geulis ini ngebantu pisan, untuk nambah modal, sama pengembaliannya yang gampang lah, ya, tanpa bunga. Ya, Warung Geulis mah nambah semangat usaha saya,” kata Nurbeti. {mikrofon.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Nurul Arifin