08 November 2020

Zulfikar Arse Sadikin Minta Peserta Pilkada 2020 Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Tegas

Berita Golkar - Anggota Komisi II DPR Zulfikar Ase Sadikin mengapresiasi adanya tren positif pelaksanaan Pilkada yang patuh terhadap protokol kesehatan. Meski demikian, seluruh pihak yang berkepentingan diminta untuk tidak lengah guna mencegah penyebaran virus corona.

Zulfikar mengatakan seluruh stakeholder sudah berkomitmen melaksanakan Pilkada 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Apalagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) bersama TNI, Polri dan Satuan Tugas Covid-19 di pusat dan daerah.

Dirinya menilai efektivitas keberadaan Pokja tersebut sudah baik. Namun, Zulfikar berharap kinerja Pokja ini dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Genjot Daya Saing 3 Sektor Ini

“Kinerja Pokja sudah efektif, tinggal lebih ditingkatkan. Operasi penyadaran dan penegakan harus terus dilakukan dan ditingkatkan,” kata Zulfikar, dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu malam (7/11/2020).

Tak hanya itu, Ketua DPP Golkar tersebut mengingatkan kembali agar Bawaslu bekerja lebih maksimal dalam menegakkan protokol kesehatan di Pilkada 2020. Zulfikar juga mendesak agar, penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan, sebagamana yang tertuang di dalam Undang-Undang (UU) terkait.

“Ke depannya kalau ada yang melanggar, jangan hanya peringatan dan teguran. Namun, hentikan, bubarkan, dan berikan sanksi tegas sesuai aturan UU,” tegas Zulfikar.

Baca Juga: Ini Alasan Para Tokoh Masyarakat Galang-Batam Kompak Dukung Ansar Ahmad di Pilgub Kepri

Oleh karena itu, lanjut Legislator Dapil Jawa Timur III ini, penting bagi penyelenggara Pilkada, pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan sosialisasi penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Khususnya bagi para peserta pilkada, parpol dan tim suksesnya dalam melaksanakan setiap tahapan Pilkada. “KPU dan Bawaslu lebih giat menggerakkan semua stakeholder sosialisasi protokol kesehatan 3M,” pintanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini bahwa saat ini sudah mulai ada perbaikan perilaku disiplin protokol kesehatan oleh pasangan calon (paslon).

Baca Juga: Taufan Pawe Sebut Twin Tower di Kawasan CPI Makassar Ikon Peradaban Sulsel

Menurutnya, suara kritis publik dan pengawasan yang intensif terhadap kepatuhan paslon atas penerapan protokol kesehatan dapat menekan pelanggaran. Pelanggar dapat secara otomatis berbenah diri karena mendapat sorotan tajam. "Makanya mulai ada perbaikan perilaku calon terkait disiplin pada protokol kesehatan," kata Titi. {beritasatu}

fokus berita : #Zulfikar Arse Sadikin