09 November 2020

Pelihara Jaringan Irigasi Indramayu, Daniel Mutaqien Janjikan Satu Ekskavator Tiap Kecamatan

Berita Golkar - Calon bupati Indramayu nomor urut 3, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menjawab keluhan para petani soal perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi yang masih belum optimal. Yakni melalui program satu kecamatan, satu ekskavator.

Pengadaan alat berat itu menjadi upaya serius untuk mengatasi masalah utama irigasi. Baik berupa pendangkalan, penyempitan serta kerusakan tanggul yang bisa menurunkan debit dan menghambat aliran air ke areal persawahan.

"Saya sudah mengetahui permasalahannya. Dan kami juga telah menyiapkan program pengadaan ekskavator untuk setiap kecamatan. Ini supaya petani dan pemerintah desa tidak lagi rebutan atau antri terlalu lama,’’ ujar Daniel.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Minta Peserta Pilkada 2020 Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Tegas

Hal itu disampaikan cabup yang diusung Partai Golkar tersebut saat silaturahmi bersama elemen petani di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Bongas, pada akhir pekan lalu. Daniel optimistis, pengadaan ekskavator untuk 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu secara bertahap bisa terealisasi.

Selain lewat APBD kabupaten, mantan anggota DPR RI itu juga akan memperjuangkan pengadaannya lewat bantuan dari Pemprov Jawa Barat serta Kementerian Pertanian (Kementan). Daniel mengaku memahami kondisi sebagian besar irigasi yang terus menurun akibat minimnya perawatan.

Dia menyatakan, persoalan itu harus segera diatasi karena bisa mengancam kelangsungan produksi pertanian di Kabupaten Indramayu. Pria kelahiran Indramayu 30 September 1981 itu berkomitmen untuk menjamin peningkatan produktifitas hasil pertanian. Dengan memprioritaskan program pembangunan infrastruktur di sektor pertanian.

Baca Juga: Kampanye di Kalianda, Tony Eka Candra Janjikan Masyarakat Lamsel Pendidikan Gratis Hingga Kuliah

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 dan ancaman resesi, sektor pertanian di Kabupaten Indramayu tetap tumbuh. Bahkan masih menjadi daerah penghasil padi tertinggi di Indonesia. Pada 2019, produksi beras Indramayu mencapai 785,657,71 ton dari luas panen padi 215,731 hektare.

"Pencapaian tersebut harus terus dijaga dan dijadikan sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita. Sebab, pembangunan sektor ini juga merupakan pintu masuk untuk mengatasi kemiskinan,’’ kata putra dari mantan bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin (Yance) dan Anna Sophanah tersebut. {republika}

fokus berita : #Daniel Mutaqien