10 November 2020

Pengangguran Melonjak, Bamsoet Minta Pemerintah Bantu BLT dan Program Padat Karya

Berita Golkar - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada 2020 menjadi 9,77 juta, dengan angka paling banyak berada di Jakarta sebesar 10,95 persen atau setara 572, 780 orang.

Menanggapi hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong agar pemerintah membuat strategi, sekaligus mengambil langkah antisipatif untuk memulihkan dan mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun berikutnya.

“Antara lain mengembangkan sektor informal, meningkatkan investasi, dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, mengingat angka pengangguran masih mengalami peningkatan hingga saat ini,” tutur Bamsoet, Selasa, (10/11/2020).

Baca Juga: Dipimpin Gandung Pardiman, Golkar DIY Gelar Doa Bersama Untuk Mendiang Ki Seno Nugroho

Untuk itu, politikus Golkar meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) memperluas bantuan sosial bagi masyarakat, khususnya masyarakat terdampak pandemi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti dengan memberikan subsidi sembako dan bantuan langsung tunai (BLT).

”Jadi, harus mengoptimalkan program kartu prakerja maupun bantuan-bantuan lainnya baik secara langsung ataupun melalui program pemerintah, sebagai upaya pemerintah membantu masyarakat yang ekonominya tertekan akibat pandemi Covid19,” tandas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI itu bilang Pemda mesti bekerja sama dengan dinas tenaga kerja (disnaker) dan balai latihan kerja (BLK) untuk mengadakan pelatihan padat karya bagi para pengangguran.

Baca Juga: Bamsoet Sebut MPR Hadirkan PPHN Sebagai Pedoman Arah Pembangunan Bangsa

Hal tersebut, guna meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan, sehingga mereka pun mampu dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, disamping sekaligus menekan angka pengangguran secara lebih luas.

Bamsoet mengatakan pemerintah segera dapat mengoptimalkan kolaborasi berskala besar antar perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) termasuk perbankan, untuk dapat menyalurkan pinjaman modal kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Agar, lanjut dia, para pelaku usaha dapat terus menjalankan usahanya dan tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

Baca Juga: Andika Hazrumy Sebut Pilkada 2020 Momentum Menuju Pilgub Banten dan Pemilu 2024

“Komitmen pemerintah untuk berusaha menyelamatkan masyarakat dari ancaman krisis kesehatan, ancaman krisis ekonomi, dan ancaman krisis kesejahteraan dengan melakukan upaya-upaya yang luar biasa, baik dalam bentuk kebijakan maupun program pemerintah, seperti dengan tetap memberikan hingga memperluas bantuan sosial yang selama ini sudah dijalankan,” pungkas Bambang Soesatyo. {beritasampit}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet