11 November 2020

Azis Syamsuddin Nilai Pak Harto, Gus Dur dan BJ Habibie Pantas Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Berita Golkar - Tiga presiden yang telah wafat yakni Presiden Kedua RI Soeharto, Presiden Ketiga BJ Habibie, dan Presiden Keempat Abdurrahman Wahid, belum diberi gelar pahlawan nasional. Negara diharapkan memberikan atensi dengan menganugerahkan gelar pahlawan nasional terhadap para pemimpin tersebut.

"Ya bisa menjadi atensi ke depan," kata Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin saat ditanyakan mengenai belum dianugerahkannya gelar pahlawan nasional untuk tiga presiden, Selasa (10/11/2020).

Menurut Azis, Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tentu memiliki kriteria dalam menetapkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh. "TP2GP tentu punya kriteria dalam menentukannya. Pasti ada kriterianya" ujar wakil ketua umum Partai Golkar tersebut.

Baca Juga: Kader Terbaiknya Siti Ambar Fathonah Meninggal, Golkar Jawa Tengah Kembali Berduka

Diketahui, Kementerian Sosial (Kemsos) menerima 20 usulan nama untuk mendapat gelar pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020. Usulan gelar pahlawan prosesnya dimulai dari daerah oleh masyarakat di tingkat kabupaten/kota, melalui TP2GD dan mendapat rekomendasi dari gubernur.

Demikian diungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemsos, Bambang Sugeng melalui keterangan resmi, belum lama ini. Setelah mendapat rekomendasi gubernur, maka selanjutnya nama tersebut akan diajukan ke tingkat pusat melalui Kemsos, dengan menggelar seminar yang dihadiri para sejarawan, praktisi, serta akademisi dari wilayah calon pahlawan berasal.

Kemsos dan TP2GP melakukan verifikasi usulan dari sisi administrasi kelengkapan berdasarkan Undang-Undang (UU) 20/2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, serta Peraturan Pemerintah 35/2010 tentang Pelaksanaan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan.

Baca Juga: Tebar 40 Ribu Masker di Kota Medan, Syaf Lubis Sebut Ketum Airlangga Orang Baik dan Peduli

Tahapan berikutnya ada peninjauan lapangan oleh tim pengkaji dan peneliti gelar pusat ke wilayah atau ke daerah dari pahlawan yang diusulkan. Hal ini diperlukan untuk melengkapi dokumen dan mencocokkan dokumen yang diusulkan dengan tokoh-tokoh masyarakat.

Setelah memenuhi semua syarat yang diputuskan oleh tim TP2GP melalui sidang pleno, maka selanjutnya akan dilaporkan kepada Menteri Sosial dan menyampaikan calon pahlawan yang sudah memenuhi syarat kepada presiden melalui dewan gelar yang diketuai oleh Menko Polhukam.

Dewan Gelar melaksanakan sidang dan hasilnya disampaikan kepada Presiden dan selanjutnya dilakukan penetapan dari berbagai usulan mana saja yang layak menjadi pahlawan nasional.

Baca Juga: HUT Ke-63, Kosgoro 1957 Terus Berbuat Terbaik Bagi Golkar dan NKRI

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh dari berbagai daerah. Penganugerahan berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Pemberian anugerah tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 117/TK/2020 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar ini diberikan bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Berikut enam tokoh tersebut:

Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara
Machmud Singgirei Rumagesan, Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat
Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta
Arnold Monotutu dari Provinsi Sulawesi Utara
MR. SM. Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara
Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi {beritasatu}

fokus berita : #Azis Syamsuddin #Pak Harto #Gus Dur #BJ Habibie