11 November 2020

Ini Janji Sri Mulyani-Yoga Hardaya Bila Terpilih Pimpin Klaten

Berita Golkar - Pilkada Klaten 2020 dimeriahkan dengan kehadiran 3 pasangan calon kepala daerah. Satu sosok diantaranya berpredikat sebagai petahana. Ya, dialah Sri Mulyani yang kini ditandemkan dengan Yoga Hardaya.

Sebagai salah seorang kontestan Pilkada, keduanya telah mematangkan mesin penggerak mulai dari tema hingga tagline kampanye. Berkaitan tema kampanye, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Golkar itu mengungusung "Klaten Mulyo".

Tema itu diperkuat dengan tagline yang mereka bawa, yakni Jujur, Tegas, Merakyat dan Anti Korupsi. Selain itu, mereka juga telah mematangkan visi misi yang mereka usung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Baca Juga: Gandeng BPOM Kota Medan, Delia Pratiwi Sosialisasi Makanan Aman Untuk Warga Batang Serangan

Visi yang diusung pasangan yang beken dengan nama MULYO itu, yakni Maju, Mandiri, Sejahtera. Selanjutnya dalam Misinya, Sri Mulyani - Yoga Hardaya mengusung beberapa poin dalam Misi mereka. Berikut misi yang diusung pasangan nomor urut 01 itu, yakni :

1. Mewujudkan tataran kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berkepribadian.

2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik profesional, jujur, bersih, transparan, bertanggung jawab dan anti korupsi.

3. Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah dengan mendorong sektor unggulan daerah yang berlandaskan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Rohidin Mersyah Kukuhkan Pengurus Golkar Kaur Periode 2020-2025 Di Bawah Gusril Pauzi

4. Menyediakan sarana dan prasarana dasar dan ekonomi yang memadai dan diprioritaskan untuk masyarakat.

5. Mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudaya dan responsif pengarusutamaan gender.

6. Mewujudkan pendayagunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang selaras dengan tata ruang wilayah.

Bertemu Pelopor Esemka

Sebelumnya, Calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani dan Yoga Hardaya mendatangi pelopor mobil Esemka Sukiyat. Kedatangan paslon yang akrab disapa Mulyo dari PDIP dan Golkar itu dalam acara 100 hari istri Sukiyat Kamis, (15/10/2020).

Baca Juga: Fraksi Golkar Desak Pemkot Pagaralam Tangani Serius Kasus Sampah Medis di Aliran Sungai

Selain itu, pasangan Mulyo juga meminta restu dan support Pilkada Klaten 2020. Sukiyat mengatakan pasangan Mulyo bersilahturahmi ke rumahnya serta mengikuti doa 100 hari istrinya. "Ya betul, Kamis sore, rombongan Sri Mulyani dan Yoga Hardaya datang ke acara 100 hari isteri saya," kata dia.

Kemudian Sukiyat mengatakan selain silahturahmi, Mulyo juga meminta restu dan support dalam Pilkada Klaten 2020. "Selain silahturahmi, mereka juga meminta doa restu dan dukungan kepada kita untuk dapat memenangkan Pilkada Klaten 2020," jelasnya.

Saat disingung dirinya akan mendukung Mulyo, pengusaha Klaten yang dekat Presiden RI Jokowi mengaku akan membantu memenangkanya. Dirinya tidak mempersalahkan dirinya mendukung Mulyo ini karena dirinya tegak lurus dengan partai besutan Mega.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Terus Dorong Realisasi Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan

"Saya tidak mempersalahkan itu, saya tahu diri, dan saya tidak tidak dendam dan tetap tegak lurus serta menghargai kebijakan partai karena kita Petugas partai," ungkap dia.

Daftar Calon Bupati

Putra inisiator mobil Esemka yang ikut 'membawa' Joko Widodo (Jokowi) muncul di kepemimpinan nasional, Ida Hartono mendaftarkan diri untuk Pilkada Klaten 2020. Ida daftar sebagai Bakal Calon Bupati lewat DPD PDI Perjuangan Jateng di Semarang.

Anak sulung Sukiat yang saat ini juga menjadi Direktur PT Kiat Motor Klaten datang ke Semarang bersama sebagian pendukung yang berjumlah 25 orang. Dengan mengenakan jas dan kaus berwarna merah dirinya menyerahkan beragam persyaratan.

Baca Juga: HUT Ke-63, Kosgoro 1957 Terus Berbuat Terbaik Bagi Golkar dan NKRI

"Setelah mendaftar ini harapanya saya bisa mendapatkan rekomendasi dari PDI-P. Tentunya untuk maju sebagai calon bupati Klaten," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (11/12/2019).

Ida sendiri mengatakan bahwa keinginannya maju sebagai calon bupati adalah karena ingin memajukan Klaten. "PDI-P memanggil saya untuk menjadi calon Bupati Klaten. Jika saya mendapat rekomendasi saya akan berjuang untuk membangun Klaten dan mensejahterakan rakyat," jelas dia.

Untuk diketahui, Ida tercatat sebagai anggota partai PDI Perjuangan sejak 2008. Masih berusia 36 tahun, Ida optimis ingin maju menjadi calon bupati di Pilkada 2020. Ida membeberkan bahwa sejak bulan September 2019 dirinya telah mendaftar di DPC namun tapi tidak diusulkan.

Baca Juga: Banyak Prestasi Internasional, Hetifah Sebut e-Sports Layak Dapat Perhatian Serius Pemerintah

DPC PDI-P Klaten lebih memilih menyodorkan Sri Mulyani yang saat ibu Bupati Klaten. Dia menjelaskan, bahwa dirinya baru kali ini berkeinginan mencalonkan diri. Keinginan putra sulung inisiator mobil Esemka dan AMMDes, Sukiyat tersebut lantaran ingin ada perubahan di kota kelahirannya tersebut.

"Sehingga Klaten lebih maju dari berbagai sektor. Yang penting saya dapat rekomendasi dulu dari DPD," katanya. {solo.tribunnews}

fokus berita : # Sri Mulyani #Yoga Hardaya