11 November 2020

Ini Strategi Menperin Agus Gumiwang Cegah PHK Massal di Sektor Industri

Berita Golkar - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bertekad untuk terus menjaga aktivitas sektor industri dan mengawal investasi guna mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Kami telah banyak melakukan upaya strategis agar PHK tidak meluas di sektor industri. Salah satunya memastikan industri tetap beroperasi di tengah ancaman pandemi,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Dalam hal ini, kegiatan operasional dipastikan harus mematuhi protokol kesehatan agar sektor industri dapat terus berjalan.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Terus Dorong Realisasi Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan

Menperin menambahkan, pihaknya selama ini juga aktif mengawal realisasi penanaman modal dari sektor industri. Pasalnya, hal ini akan membawa dampak luas bagi perekonomian nasional, di antaranya adalah penguatan struktur manufaktur di dalam negeri sehingga memacu daya saing hingga kancah global.

“Selain itu, multiplier effect lain dari investasi sektor industri yang masuk adalah penyerapan tenaga kerja yang banyak. Jadi, artinya investasi merupakan salah satu kunci untuk mencegah PHK,” tegasnya.

Kemperin mencatat, sepanjang Januari-September 2020, sektor industri menggelontorkan dananya di Indonesia mencapai Rp 201,9 triliun atau berkontribusi 33% dari total nilai investasi nasional sebesar Rp 611,6 triliun.

Baca Juga: Tebar 40 Ribu Masker di Kota Medan, Syaf Lubis Sebut Ketum Airlangga Orang Baik dan Peduli

Penanaman modal di sektor industri pada sembilan bulan tersebut meningkat apabila dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sekitar Rp147,3 triliun.

Adapun subsektor yang memberikan sumbangsih terbesar pada devisa selama Januari-September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin dan elektronik yang menembus Rp77,8 triliun. Berikutnya, industri makanan sebesar Rp40,5 triliun serta industri kimia dan farmasi berkisar Rp35,6 triliun.

Menperin optimistis, resiliensi sektor industri manufaktur di Indonesia masih cukup kuat dan tinggi saat menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Baca Juga: Pengangguran Melonjak, Bamsoet Minta Pemerintah Bantu BLT dan Program Padat Karya

Hal ini tercermin dari semangat berbagai perusahaan yang banyak mengajukan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) kepada Kemenperin. “Selain itu, terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menunjukkan confidence para manajer di sektor industri dalam melakukan pembelian bahan baku,” jelasnya.

Hasil survei yang dirilis oleh IHS Markit, PMI manufaktur Indonesia bulan Oktober menembus level 47,8 atau naik dibanding capaian pada September yang menempati posisi 47,2.

“Angka PMI sudah positif jika dibandingkan ketika Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada Februari-Maret. Jadi, sektor industri kini berada dalam fase menggeliat,” ujar Agus. Kemenperin berkomitmen untuk aktif mendorong percepatan upaya pemulihan ekonomi nasional, termasuk memacu PMI masuk ke angka 50 yang menandakan status industri pada tahap ekspansif.

Baca Juga: Ini Testimoni Nurul Arifin Terkait Perjalanannya Dari Artis Menuju Politisi Kawakan

“Kami yakin masa penyembuhan sektor manufaktur akan semakin cepat. Indikatornya terlihat dari penjualan mobil, sepeda motor dan semen yang naik tajam pada kuartal III-2020 bila dibandingkan kuartal sebelumnya,” imbuhnya.

Menperin menegaskan, pihaknya akan terus menjaga momentum baik kinerja kuartal III-2020 ini agar bisa membaik hingga akhir tahun. Diharapkan, laju pertumbuhan lapangan usaha sektor manufaktur dapat berada di zona hijau pada kuartal IV-2020.

“Peningkatan konsumsi masyarakat dan kedisiplinan masyarakat menjaga protokol kesehatan juga menjadi kunci,” pungkasnya. {beritasatu}

fokus berita : #Agus Gumiwang Kartasasmita #Agus Gumiwang Kartasasmita