13 November 2020

Golkar Jagokan Ahmed Zaki Iskandar Jadi Gubernur DKI Jakarta Gantikan Anies Baswedan

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta menggelar pendidikan politik edisi ke-13 pada Jumat (13/11). Kali ini peserta diberi pembekalan untuk bisa meraih sukses dalam pilkada dan pemilu, termasuk dalam mengusung Ahmed Zaki Iskandar di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2022.

Kali ini, giliran Golkar Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang mendapatkan beberapa materi penting tersebut. Mereka merupakan prioritas utama karena menjadi motor terdepan yang menjadi penyambung lidah partai di akar rumput.

Pendidikan politik yang sudah berjalan sampai sesi ke-13 ini merupakan cara untuk dapat menguatkan organisasi dan mesin partai di pilkada serta pemilu mendatang. Kita harus bisa mengusung Bang Zaki (Ahmed Zaki Iskandar), kata ketua penyelenggara kegiatan ini sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Firlie Ganinduto kepada wartawan.

Baca Juga: Maria Goreti Tokan Resmi Pimpin HWK NTT Periode 2020-2025

Dia menambahkan jika kegiatan seperti ini bisa dimanfaatkan oleh kader untuk mengembangkan kemampuannya. Terlebih, mereka merupakan garda terdepan yang bakal terjun langsung dalam pemilu dan pilkada nanti, sehingga orang-orangnya pun harus merepresentasikan partai yang identik dengan warna kuning tersebut.

Sebelum menarik simpati masyarakat, kader harus bisa menjabarkan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang visi misi Partai Golkar. Oleh sebab itu, Golkar pun terus memperkuat organisasi partai sampai kader-kadernya bisa membangun relasi dengan mudah.

Penguatan organisasi itu penting untuk internal agar mesin partai di lapangan juga berjalan baik, kata salah satu pengisi materi yang merupakan pakar psikologi organisasi dan sosial, Indro Adinugroho.

Baca Juga: Ace Hasan Sebut Revisi UU Kesejahteraan Lansia Pertegas Kewenangan Pemda Tangani Manula

Melihat pentingnya pendidikan politik seperti ini, DPD Golkar DKI Jakarta pun memastikan bakal terus menggelar program berkesinambungan. Mereka ingin meningkatkan kualitas kadernya melalui materi-materi yang diberikan.

Pada pendidikan politik tahun ini DPD Golkar DKI Jakarta melakukan beberapa penyesuaian. Kondisi pandemi COVID-19 dewasa ini membuat orang wajib menjalankan protokol kesehatan, salah satunya dengan membagi 100-an peserta pendidikan politik ke dalam dua kelas.

Selain jumlah peserta yang dibatasi dan membaginya ke dalam dua sesi, peserta juga telah menjalani rapid tes dan assessment tracking COVID-19 sebelum terlibat dalam pendidikan politik kali ini. Mereka juga diminta terus berkontribusi mengkampanyekan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca Juga: Firlie Ganinduto Bekali Kader Muda Golkar DKI Strategi Khusus Bidik Pemilih Pemula di Pemilu 2024

Dalam 20 kali gelarannya, pendidikan politik sendiri rencananya bakal melibatkan dua ribu peserta, mulai dari kader, pimpinan kecamatan dan kelurahan, ormas sayap partai, masyarakat umum sampai mahasiswa.

Mereka akan secara bergantian menjadi peserta dalam kegiatan yang dihelat di Kantor DPD Golkar Jakarta yang ikonik, karena mengusung bangunan modern dan konsep kantor partai ramah publik.

Pendidikan politik ini memang jadi program berkala yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri kader Partai Golkar. Tak hanya kader atau ormas sayap partai saja, mereka juga bakal memberikan pendidikan politik kepada masyarakat umum sebagai bentuk tanggung jawab dan menjalankan amanat UUD 1945 Partai Golkar kepada masyarakat. {gatra}

fokus berita : #Ahmed Zaki Iskandar