16 November 2020

Tuntut Keterwakilan Perempuan, Nurul Arifin Minta 30 Persen Caleg Perempuan Nomor Urut 1

Berita Golkar - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin, meminta Komisi II DPR mencantumkan politik afirmatif keterwakilan perempuan di Parlemen. Dengan mensyaratkan parpol harus meletakkan minimal 30 persen caleg perempuan pada nomor urut 1 saat pemilu.

Menurut Nurul, dari dulu sampai sekarang, isu keterwakilan perempuan selalu menjadi isu panas. Sejak awal diusulkan kuota perempuan di Parlemen minimal 30 persen.

"Nanti akan ada perdebatan dari bapak-bapak. Katanya tak fair buat pria, dan artinya perempuan tidak berani tarung. Bagi saya, isu kuota perempuan ini harus tetap dijaga," kata Nurul dalam rapat Komisi II dengan Baleg DPR, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Mengenal Kurnia Agustina, Calon Bupati Jagoan Golkar di Pilkada Kabupaten Bandung

Dia mengusulkan agar di dalam draf RUU Pemilu yang sedang dikerjakan Komisi II, dimasukkan ketentuan baru. "Bahwa 30 persen caleg perempuan harus nomor urut 1. Supaya progresif kemajuannya. Bertahun-tahun diomongkan dan tak pernah ada implementasi. Kalau mau direalisasikan, harus ada kebijakan berpihak," tegasnya.

Soal draf RUU Pemilu, secara keseluruhan dia mendukung agar menjadi usulan inisiatif DPR untuk dibahas bersama Pemerintah. "Saya sepakat UU ini jadi inisiasi DPR," kata Nurul. {beritasatu}

fokus berita : #Nurul Arifin