16 November 2020

Ketahanan Pangan RI Aman, Panggah Susanto: Harga Komoditi Anjlok Karena Daya Beli Turun

Berita Golkar - Peringatan dari sejumlah organisasi dunia yang bergerak di bidang pangan, bahwa sebagai dampak terjadinya pandemi Covid-19, berpotensi memunculkan krisis pangan baru yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan suatu negara, tidak “diamini” anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar DPR-RI Panggah Susanto.

Susanto mengaku belum melihat saat ini terjadi krisis di bidang pangan. Namun, dia tidak menampik terjadinya penurunan tajam, harga sejumlah komoditi pangan di beberapa daerah di Indonesia.

“Ada beberapa produk pangan yang harganya turun tajam di sejumlah daerah di Indonesia, di Jawa Tengah seperti di Pekalongan, Temanggung, Pemalang, sampai Purworejo, seperti harga singkong (ketela), dan juga kopi mengalami penurunan," kata Susanto dalam keterangan resminya, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Digadang-gadang Jadi Gubernur, Andika Hazrumy Pilih Fokus Urus Masyarakat Banten Dulu

Bahkan, lanjutnya, dapat dikatakan harga produk pangan tersebut tidak ada harganya. Namun dirinya tidak melihat kondisi tersebut berdampak pada terjadinya krisis pangan, karena masyarakat masih dapat mencari produk substitusi pangan. Kendati bukan termasuk produk pangan, harga tembakau juga mengalami penurunan.

Menurutnya, penurunan harga tersebut lebih banyak disebabkan turunnya daya beli. Meski demikian, Panggah belum memastikan hal tersebut, mengingat pernyataan tersebut perlu dikaji kembali, betulkah terjadinya penurunan harga produk pertanian disebabkan turunnya daya beli semasa pandemi Covid-19.

"Ada dugaan kuat, turunnya harga komoditi ini berkorelasi dengan daya beli masyarakat yang turun. Sebab apabila daya beli konsumen mengalami penurunan, akan berdampak secara luas,“ papar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah ini.

Baca Juga: Meriahkan Indonesia Night di Wellington, Tantowi Yahya Rekrut Diplomat Bentuk The Brafax

Masih kata Susanto, terkait dengan masalah pendapatan masyarakat yang turun, atau banyak yang kehilangan mata pencaharian di masa pandemi Covid-19, pada akhirnya mendorong pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam bentuk bantuan sosial dan bantuan tunai.

"Tujuannya untuk mengatasi ketahanan pangan di dalam negeri. Namun perlu dimonitor juga untuk mengetahui, apakah bantuan pemerintah tersebut sudah optimal, demikian juga menyangkut efektivitas bantuannya," imbuhnya. {akurat}

fokus berita : #Panggah Susanto