17 November 2020

Demi Palestina, Azis Syamsuddin Desak Kemlu Jegal Manuver Terbaru Israel di DK PBB

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin merespons kabar yang beredar luas terkait Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang meminta bantuan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencabut Resolusi 2334 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Resolusi yang dipelopori Barack Obama saat menjadi Presiden AS itu pun kini mencuat seiring kekalahan Donald Trump. Azis melihat Israel secara jelas melanggar hukum internasional dengan menduduki tanah Palestina.

Dia menegaskan tidak ada satu negara di belahan bumi ini, khususnya negara Islam, yang mendukung Israel. Ini terlepas dari hasil komunikasi yang dilakukan Netanyahu.

Baca Juga: Promosikan UU Cipta Kerja Ke Tesla, Menko Luhut Diutus Jokowi Berangkat ke AS

”Mungkin kita masih ingat dengan sumpah Yasser Arafat, 32 tahun lalu. Sosok Dewan Nasional Palestina itu memproklamirkan berdirinya negara Palestina yang ibu kotanya di Yerusallem (Al-Quds). Sayangnya proklamasi kemerdekaan itu tidak sejalan dengan kenyataan,” kata Azis di Jakarta, Selasa (17/11).

Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa Indonesia secara jelas dan tegas menolak apa pun manuver yang dilakukan Israel demi mempertahankan Tepi Barat dan Yerussalem.

”Dunia tahu Israel sampai hari ini masih mengendalikan perbatasan, menguasai pajak, dan sumber-sumber penghidupan rakyat Palestina. Lalu apakah pantas cara ini? Tak ada sisi kemanusiaan yang dibangun Israel selama ini,” kata legislator dari Lampung itu.

Baca Juga: Makaryo Mbangun Desa, Gandung Pardiman Letakkan Batu Pertama Talut Jalan Sriharjo Bantul

Mantan ketua Komisi III DPR itu mengatakan bahwa selama ini proses pembangunan berbagai infrastruktur di Tepi Barat dan Al-Quds selalu diiringi penggusuran dan pengusiran bangsa Palestina yang telah lama tinggal di daerah tersebut.

”Maka tidak ada alasan bagi Rusia untuk membela Israel. DPR meminta Kementerian Luar Negeri untuk menyikapi hal ini, dan mendorong agar perdamaian dapat tercipta. Jangan ada lagi kekerasan di sana,” tegasnya.

Azis berharap Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu memberikan tanggapan yang bijak terkait permasalahan Israel-Palestina. ”Supaya dapat ditemukan solusi dari pertikaian dan pendudukan Israel terhadap Palestina yang telah dilakukannya sejak 1967,” tutupnya. {jpnn}

fokus berita : #Azis Syamsuddin