19 November 2020

Sandang Predikat Kota Layak Anak, Farabi Arafiq Nilai Semestinya Tak Ada Stunting Anak di Depok

Berita Golkar - Kota Depok menyandang predikat Kota Layak Anak. Meski demikian Kota Depok masih terdapat kasus stunting anak. Stunting adalah kondisi gagal pada pertumbuhan anak. Di Kota Depok tercatat ada 10 kasus stunting anak.

Kondisi tersebut membuat Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Rafiq, angkat bicara. Farabi A Rafiq menyatakan bahwa sebagai kota yang menyandang predikat Kota Layak Anak, seharusnya tidak ada kasus stanting anak. "Ini terjadi akibat Kota Depok gagal melakukan penatalaksanaan pertumbuhan anak," kata Farabi.

"Pemkota Depok seharusnya turun tangan, sehingga kasus ini tidak terjadi. Pemkot Depok seharusnya mendeteksi secara dini. Ini kan terkait pemenuhan asupan gizi anak," tambahnya.

Baca Juga: Kunci Tetap Kokohnya NKRI, Bamsoet Ajak Kader SOKSI Sulut Bersama Rawat Kebhinekaan

Farabi menambahkan bahwa sebaga kota yang berpredikat Kota Layak Anak, maka tidak boleh ada anak-anak yang mengemis. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menjelaskan, sebanyak 10 lokus tersebut berada di 10 kelurahan se-Kota Depok.

Pada lokasi tersebut akan dilakukan berbagai program pendorong untuk menurunkan kasus stunting. “Sudah ditetapkan 10 lokus yang akan kami fokuskan tahun depan dalam penurunan kasus stunting,” kata Novarita dikutip dari berita.depok.go.id, belum lama ini.

Novarita menuturkan bahwa lokus ditetapkan karena kelurahan tersebut masih ditemukan kasus stunting. Dengan demikian, perlu dilakukan perbaikan dan menjalankan program pendukung.

Baca Juga: Dikabarkan Masuk Kabinet Usai Fotonya Menghadap Jokowi Viral, Ini Tanggapan Ace Hasan

Adapun lokus tersebut berada di Kelurahan Serua, Pangkalan Jati Baru, Bojongsari, Pasir Putih dan RangkapanJaya. Selanjutnya di Kelurahan Bedahan, Depok, Duren Seribu, Cisalak Pasar dan Mekarjaya.

Untuk program pendukung yang akan dilakukan pada lokus tersebut antara lain, meningkatkan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Serta pemeriksaan ibu hamil secara intens.

Kemudian juga, sambungnya, akan dilakukan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan ibu hamil, dan pemulihan bagi anak gizi kurang.

“Kami juga bakal melakukan peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Lalu peningkatan kesadaran dan komitmen untuk ibu dan anak,” tandasnya. {wartakota.tribunnews}

fokus berita : #Farabi Arafiq