21 November 2020

Dave Laksono Minta Kasus Dugaan Makar Republik Federal Papua Barat di Merauke Dipantau Cermat

Berita Golkar - Polisi mengamankan 54 orang di Merauke, Papua, atas dugaan makar. Ketua DPP Golkar Dave Laksono meminta semua pihak untuk memantau perkembangan kasus ini.

"Saya minta kepada semua pihak terkait untuk memantau perkembangan kasus ini dengan secara seksama. Kasus Papua ini masih terus berjalan, masih belum berhenti, nanti muncul kasus-kasus baru situasi baru," ujar Dave kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya semua pihak harus objektif dan serius dalam memantau kasus dugaan makar ini. Ia berharap agar seluruhnya dapat berpegang teguh pada aturan-aturan yang berlaku.

Baca Juga: Anang Susanto Minta Pembebasan Lahan Diutamakan dan Jangan Hambat Pembangunan Jalan Tol

Di kesempatan yang sama, Dave meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Hal itu dikarenakan makar merupakan tuduhan yang sangat serius pidananya.

"Pasti (minta polisi usut tuntas) dan jangan hanya melibatkan polisi saja dan harus melibatkan instansi yang lainnya," lanjutnya. 54 orang yang diduga makar itu diamankan di tiga lokasi yang berbeda. Simak di halaman berikutnya

Diberitakan sebelumnya, setidaknya ada 54 orang yang diamankan di tiga lokasi berbeda, yakni Hotel Grand Mandala, Hotel Valentine, dan Hotel Kelapa Lima. Polisi menangkap ada indikasi makar karena ada buku tentang pedoman dasar Negara Republik Federal Papua Barat yang ditemukan.

Baca Juga: Cegah COVID-19, Felix Gonadi Pimpin AMPG Banjarmasin Bagikan 5 Ribu Masker Untuk Masyarakat

"Kita temukan buku kuning yang mengajarkan sekelompok orang untuk merdeka atau referendum. Di situ ada presidennya, ada letnan jenderalnya, ada mayor jenderalnya, ada brigjen dari Papua Barat di dalam buku itu. Ini kan makar," kata Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

Dia mengatakan awalnya petugas ingin memastikan kegiatan RDP tersebut digelar dengan mematuhi ketentuan yang tertuang dalam Maklumat Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Untung mengatakan Maklumat Kapolda Papua telah disampaikan dan dipasang sebelum digelarnya acara RDP pada 17-18 November tersebut.

Peserta RDP pun dilakukan pemeriksaan awal di lokasi. Setelah itu para peserta makar diperiksa lebih lanjut di Polres Merauke. Untung mengatakan sejumlah orang sempat diborgol atas alasan keamanan karena di lokasi acara ditemukan benda tajam. {detik}

fokus berita : #Dave Laksono