23 November 2020

Ini Sosok Lailata Ridho, Anggota FPG DPRD Palembang Pengganti Doni Timur Yang Dipecat Karena Narkoba

Berita Golkar - Mimpi Lailata Ridho akhirnya terwujud. Setelah menunggu sekitar dua bulan lebih, ia akhirnya sah menggantikan Doni Timur SH, untuk menduduki kursi DPRD Palembang.

Seperti diketahui, Doni Timur diberhentikan dari tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Palembang karena terjerat kasus penjualan narkoba jenis sabu-sabu pada September 2020 lalu.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Palembang Rubi Indiarta mengatakan, Lailata Ridho akan menjadi anggota DPRD pengganti antar waktu (PAW) periode 2019-2024 berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumsel Nomor 662/KPTS/I/2020 tertanggal 19 November. "PAW akan dilantik maksimal 60 hari setelah keluarnya SK," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Gantikan Rendi Solihin, Fraksi Golkar DPRD Kukar Tunjuk Hamdan Jadi Ketua Komisi II

Rubi meminta DPRD Palembamg segera memproses pelantikan Lailata Ridho karena kekosongan kursi yang ditinggalkan Doni selama dua bulan merugikan Fraksi Golkar secara kelembagaan akibat kurang maksimal menjalani fungsi legislasi.

Lailata direkomendasikan Partai Golkar menggantikan posisi Doni pada 19 Oktober 2020 karena meraih suara terbanyak kedua setelah Doni serta telah memenuhi semua persyaratan.

SK tersebut juga secara resmi menegaskan pemberhentian Doni sebagai anggota DPRD Palembang, Partai Golkar sendiri menyatakan tidak memberikan bantuan hukum untuk kader yang baru dua tahun bergabung ke partai tersebut. "Kami sudah menyerahkan semua kasusnya ke penegak hukum," kata dia.

Baca Juga: Melki Laka Lena Optimis Menangkan Umbu Lili Pekuwali-Yohanis Hiwa Wunu di Pilbup Sumba Timur

Sementara Sekretaris DPRD Kota Palembang Ichsanul Akmal mengatakan SK pergantian Doni kepada Lailata telah diterimanya dan segera diagendakan pelantikan. "Surat sudah diserahkan ke pimpinan dewan untuk dibawa ke rapat pimpinan dan badan musyawarah, rentang waktunya maksimal 60 hari untuk penetapan pelantikan," jelas Ichsanul.

Doni Timur (36) yang menjadi anggota DPRD Palembang dari Partai Golkar ditangkap tim gabungan BNN RI, BNNP Sumsel dan Polda Sumsel pada Selasa pagi (22/9) di ruko laundry miliknya.

Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti lima kilogram sabu-sabu dan 30.000 pil ekstasi beserta lima orang lainnya, namun BNN hanya menetapkan lima orang menjadi tersangka dalam penangkapan tersebut. Doni diduga kuat berperan sebagai bandar sabu untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya. {indozone}

fokus berita : #Lailata Ridho