27 November 2020

AMPG DKI Jakarta Jagokan Robert Kardinal Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Baru

Berita Golkar - Pengganti Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan definitif masih jadi teka-teki. Semua keputusan berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengusaha muda Indonesia, Muhammad Ahmad Balbaid mengatakan Presiden memiliki hak prerogatif untuk menunjuk menteri. Balbaid berharap pengganti Edhy dapat menjalankan amanah dengan baik.

“(pengganti Edhy) itu tergantung Pak Jokowi selaku presiden, karena sesuai UUD 1945, itu hak prerogatif presiden. Siapapun yang dipilih presiden tentu harus menjalankan amanah dengan baik,” kata Balbaid, di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga: Hetifah Minta Mendikbud Seleksi Guru PPPK Dengan Pertimbangkan Masa Pengabdian

Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta tersebut pun punya pilihan sendiri untuk dipertimbangkan. Salah satunya yakni Robert Joppy Kardinal. Robert merupakan politikus berpengalaman, mantan bendahara umum Partai Golkar, empat periode di komisi IV DPR, ketua fraksi Partai Golkar di DPR. Robert dinilai bisa menjadi menteri yang mewakili daerah timur Indonesia.

“Saya yakin Robert Joppy Kardinal layak dipertimbangkan. Selain Bu Susi Pudjiastuti yang sudah tunjukkan integritas selama 5 tahun ketika jabat menteri kelautan dan perikanan. Figur bersih dan bisa mengangkat industri perikanan yang dibutuhkan Jokowi,” ujar Balbaid.

Menurutnya, Robert Joppy Kardinal bisa mengangkat kehidupan nelayan dan industri perikanan serta bisa bekerja dengan baik.

Baca Juga: Edhy Prabowo Terjerat Kasus Benih Lobster, Ahmad Doli Kurnia Sebut Kurang Bijak dan Hati-Hati

“Robert Joppy Kardinal bisa bekerja dengan baik untuk mengangkat harkat, martabat, dan penghidupan nelayan maupun industri perikanan, nelayan itu adalah kelompok masyarakat termiskin di indonesia, harus benar-benar diperhatikan agar hidupnya lebih baik dan terangkat dari kemiskinan,” kata Balbaid.

Balbaid menuturkan tugas menteri kelautan dan perikanan pengganti Edhy Prabowo semakin berat. “Sebab, dia harus berani melakukan bersih-bersih di internal KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), mengatasi krisis akibat pandemi yang juga menimpa sektor kelautan dan perikanan, serta merumuskan program prioritas sampai 2024 nanti,” kata Balbaid. {beritasatu}

fokus berita : #Muhammad Ahmad Balbaid #Robert Kardinal