06 Desember 2020

Pulihkan Ekonomi Nasional, Azis Syamsuddin Minta BKPM Lebih Giat Capai Target Investasi

Berita Golkar - Politisi Senayan mengapresiasi peningkatan kinerja investasi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Namun, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) perlu lebih giat. Agar target investasi 2020 sebesar Rp 817,2 triliun bisa tercapai.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan kinerja investasi ini ditopang penanaman modal domestik. “Hingga September 2020, realisasi investasi naik 1,7 persen, sebesar Rp 611,6 triliun atau 74,8 persen dari target,” ujar Azis melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Kondusivitas politik, sosial, dan ekonomi, turut memberi andil dalam iklim investasi di Tanah Air. Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, tambah Azis, juga memberi andil positif terhadap peningkatan investasi, perdagangan, serta daya saing di pasar global.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Optimis Benyamin-Pilar Saga Menangkan Pilkada Tangsel

Pihaknya, lanjut doktor Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran, Bandung ini, mendukung seluruh langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah tahun 2045. Dia juga meyakini, reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi yang tengah dijalankan akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju, dan menjadi bagian Revolusi Industri 4.0.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menguraikan, pencapaian positif kinerja ekonomi di kuartal III juga menjadikan sinyal positif bagi pemerintah untuk menjaga momentum ke arah pemulihan ekonomi lebih baik.

Tren positif berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49 persen (Year-over-year/yoy) dari 5,3 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, menjadikan pijakan semangat untuk melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Charta Politika: Sutan Riska-Dasril Panin Unggul 57,6 Persen di Pilkada Dharmasraya

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 dan sinergi tim Satgas, nilainya, juga memberi hasil positif penanganan pandemi Covid-19. “Indonesia memiliki rata-rata kasus aktif yang rendah, dan tingkat kesembuhan cukup tinggi dibanding negara lain,” urai Azis.

Berdasar pencapaian tersebut, perekonomian Indonesia diyakini semakin membaik pada kuartal IV/2020. Bahkan, alumni University of Western Sydney, Australia ini optimistis, sinergitas regulasi dan kinerja pemerintah akan membawa ekonomi tumbuh positif pada kisaran 4,8 persen hingga 5,8 persen pada Tahun 2021.

“Namun, Pemerintah harus terus waspada dan fokus bekerja. Perhatikan berbagai indikator, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran non makanan dan online, pendapatan masyarakat, Pilkada serentak 2020. Serta program vaksinasi untuk segera keluar dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. {rmco}

fokus berita : #Azis Syamsuddin