08 Desember 2020

Menko Airlangga Dukung Rencana Toyota Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

Berita Golkar - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan dengan manajemen Toyota pada Selasa (8/12). Salah satu yang dibahas mengenai pengembangan kendaraan listrik pabrikan mobil asal Jepang itu di Indonesia pada tahun depan.

Pertemuan yang digelar secara virtual itu Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman.

Sementara delegasi dari Toyota, dipimpin oleh Yoichi Miyazaki, Asia Region CEO Toyota Motor Corporation, yang mewakili Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda dan jajaran manajemen Toyota Indonesia.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kawal dan Awasi Pelaksanaan Pilkada 2020

Dalam pertemuan tersebut, manajemen Toyota mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim berusaha yang kondusif, sehingga Toyota dapat berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia. Apalagi tahun ini, Toyota genap 50 tahun beroperasi di Indonesia.

Selain itu, Toyota juga kembali mempertegas komitmennya atas keberlanjutan pengembangan otomotif dan juga industri otomotif di tanah air. Salah satu caranya, adalah dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi kendaraan listrik hingga 2025 mendatang.

“Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor,” ujar Yoichi Miyazaki.

Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Golkar, Yoseph Sani Betan Konsolidasi Total Kader di Flores Timur

Dalam 5 tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia.

Toyota juga menyiapkan dana investasi hingga 2 miliar dolar AS atau Rp 28 triliun dalam 5 tahun ke depan. Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter bahan bakar pada 2025.

Selain memaparkan mengenai rencana pengembangan bisnis ke depan, manajemen Toyota juga menyambut baik Omnibus Law UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Baca Juga: Menangkan Pilkada Teluk Bintuni, BSN Golkar Papua Gelar Bimtek Cetak Saksi Berintegritas

“Dalam rencana pengembangan bisnis kami, Toyota mempersiapkan Indonesia menjadi hub ekspor bagi produk Toyota, tidak hanya untuk kawasan ASEAN namun juga negara tujuan lainnya, sehingga kami benar-benar mempersiapkan rantai pasok dan sumber daya manusia,” tambah Miyazaki.

Selain itu, Toyota juga menyambut baik rencana pemerintah untuk menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan ekspor yang kompetitif, dengan daya saing tinggi untuk kawasan Asia.

Airlangga menyambut baik rencana investasi yang akan dilakukan oleh Toyota, dengan harapan dapat membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan skill atau keahlian angkatan kerja Indonesia.

Baca Juga: PBB Restui Ganja Untuk Medis, Yahya Zaini Tetap Tolak Karena Lebih Banyak Mudharatnya

Airlangga juga menyambut baik rencana Toyota membuat proyek EV Smart Mobility di Bali sebagai bagian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali.

Toyota akan bekerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC Nusa Dua. Alasan Bali dipilih sebagai lokasi proyek adalah karena sejalan dengan Pemerintah Daerah yang telah mengeluarkan Pergub No 45 tahun 2019 tentang energi bersih dan kendaraan listrik.

“Untuk mendukung keberlanjutan model bisnis yang berkelanjutan dan juga peningkatan ekowisata Pulau Bali, Pemerintah merekomendasikan hilirisasi produk nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL–BB) nasional,” imbuh Airlangga.

Ketua Umum Golkar ini menekankan agar hasil produk KBL-BB tidak hanya untuk pasar domestik namun juga untuk ekspor, salah satunya ke Australia dan negara lainnya. Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh Toyota dalam rangka pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal dan non fiskal. {rmco}

fokus berita : #Airlangga Hartarto