11 Desember 2020

Zulfan Heri Bongkar Penyebab Golkar Gagal Total di Pilkada Serentak se-Riau: Pengkhianatan Kader!

Berita Golkar - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Riau Zulfan Heri akhirnya muncul dan menjelaskan faktor tidak tercapainya target kemenangan partai berlambang pohon beringin di Riau.

Sampai saat ini menurut Zulfan Heri, dari lima yang ditargetkan menang, hanya bisa memenangkan dua daerah di Riau dari sembilan daerah Pilkada, yakni Kuansing dan Indragiri Hulu.

Persoalan pertama menurut Zulfan Heri adanya tiga kader Golkar yang maju menggunakan perahu partai lain dan menang di Pilkada, merek ini Kasmarni di Bengkalis, Nasaruddin di Pelalawan dan Afrizal di Rokan Hilir.

Baca Juga: Menangkan 17 Dari 21 Pilkada, Wihaji Sebut Golkar Jawa Tengah Raih Prestasi Tertinggi

"Akibatnya suara pengurus dan kader di tingkat akar rumput pecah, dan ini terbukti tiga kader Golkar maju dengan perahu lain itu menang,"ujar Zulfan Heri.

Kemudian persoalan konflik personal menahun yang ada di pengurusan Golkar di Kabupaten dan Kita, konflik ini menurutnya sudah terjadi jauh sebelum pilkada. "Seperti ada baik di Bengkalis, Pelalawan dan Rohil dan Dumai, sehingga tidak solid untuk memenangkan calon," ujar Zulfan Heri.

Selanjutnya yang menjadi persoalan paling krusial lagi, kesiapan logistik Paslon, karena menurut Zulfan Heri kondisi ini sangat terasa di lapangan. "Hampir merata di seluruh paslon yang diusung kesiapan logistik mereka bermasalah," jelas Zulfan Heri.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ungkap Aspirasi Kader Golkar se-Indonesia Ingin Airlangga Jadi Capres 2024

Berikutnya kata Zulfan Heri yang tidak kalah penting masih ada Paslon yang bekerja tidak menggunakan lembaga survei. Padahal DPP sudah meminta agar digunakan lembaga survei untuk pekerjaan politik yang terukur.

"Tujuannya menyusun zona pemetaan, namun Paslon kita hampir tidak melakukan merata, kecuali Dumai dan Siak.

Survei pemenangan terakhir paslon juga tidak dilakukan sehingga tidak bisa diprediksi,"jelas Zulfan Heri. Zulfan Heri juga menambahkan, konsolidasi internal partai Golkar di akar rumput yang tidak berjalan. Menurutnya ini penting hari ini dan kedepan, konsolidasi ditingkat kecamatan, kelurahan dan Desa.

Baca Juga: Pengamat Ungkap Penyebab Jebloknya Golkar Riau di Pilkada Serentak 2020

"Maka harus ditata kembali untuk persiapan agenda Golkar berikutnya, 166 kecamatan hampir tidak bergerak mesin Golkar di tingkat bawah, Harmonisasi Paslon dengan partai pengusung juga tidak terjalin," ujarnya.

Termasuk menurut Zulfan Heri, tidak punya kesamaan sikap antara Paslon dengan partai politik. "Kami Bapilu Golkar terima kasih kepada pengamat tokoh masyarakat baik yang pedas maupun yang tidak enak atas kritik dan sarannya terhadap kekalahan Golkar,"jelasnya.

Sesungguhnya lanjut Zulfan Heri, kekalahan itu tidak hanya tanggungjawab ketua DPD I Golkar, karena Zulfan Heri mengatakan Syamsuar sudah bekerja.

 

Baca Juga: Arinal Djunaidi Ungkap Golkar Menangkan 4 Dari 8 Pilkada se-Lampung, Ini Daftarnya

"Memang persoalan lain pun muncul, seminggu jelang hari H pak Syamsuar harus diisolasi karena covid-19. Semenjak diisolasi memang kami tidak ada komunikasi dengan beliau, hanya saja saya sebagai ketua Bapilu tetap mengkoordinir di lapangan," jelasnya.

Menurutnya saat ini tidak perlu saling menyalahkan namun harus menjadi pelajaran ke depan sebagai evaluasi untuk agenda Golkar berikutnya mulai dari Pilkada tiga daerah yakni Kampar, Pekanbaru dan Inhil, Kemudian Pileg dan Pilpres. {pekanbaru.tribunnews}

fokus berita : #Zulfan Heri