12 Desember 2020

Mumpuni dan Komunikatif, Fraksi Golkar Jagokan Sri Haryani Jadi Sekda DKI Jakarta Yang Baru

Berita Golkar - Tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta telah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Golkar DKI Jakarta berhadap Sekda DKI terpilih mampu menjadi jembatan yang baik bagi DPRD dan Pemprov DKI.

"Yang penting adalah sosok sekda yang bisa diterima semua pihak, sosok sekda yang bisa melayani pemerintah, sosok sekda yang menjembatani semua pihak, khususnya menjembatani antara Dewan dengan eksekutif, yang selama ini masih kurang efektif atau kurang harmonis atau kurang rukun," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

"Sekda yang bisa memberikan masukan-masukan produktif dan bagus buat gubernur itu yang paling penting, bukan sekda yang mementingkan dirinya dan kelompoknya. Itu yang paling penting," lanjutnya.

Baca Juga: Kembangkan 50 Hotel Jaringan U Stay, Nofel Saleh Hilabi Terpilih Man of The Year 2020

Selain itu, Basri mengatakan Sekda DKI harus yang prorakyat. Dia tidak mempersoalkan siapa yang nanti terpilih jadi Sekda DKI pengganti mendiang Saefullah.

"Bagi Golkar adalah Sekda yang prorakyat, pro-Gubernur dan pro-Dewan, itu yang paling penting, bukan siapanya, tapi kemampuan sekdanya. Supaya antara eksekutif dan legislatif bisa sering sejalan, bisa akur, bisa guyub, bisa rukun, sehingga pelayanan dan pengabdian terhadap rakyat Jakarta bisa maksimal karena penyelenggara pemerintahannya antara eksekutif dan legislatif rukun dan akur," katanya.

Basri berharap Presiden Joko Widodo segera memilih satu dari tiga nama yang dikirim oleh panitia seleksi (pansel). Dia menyebut DKI saat ini butuh sekda definitif.

Baca Juga: Unggul di Pilkada Supiori, Yan Imbab-Nichodemus Ronsumbre Minta Kotak Suara Segera Ditarik ke Distrik dan KPU

"Ya makin cepat makin bagus sebenarnya definitif itu, Sekda juga punya kewenangannya full dan lain-lainnya juga full. Kan kestabilan pemerintahan perlu juga. Makin cepat makin bagus intinya, apalagi kita masih proses penganggaran gini," tutur dia.

Tiga nama yang lolos dalam seleksi terbuka Sekda adalah Sri Haryati, yang saat ini menjabat Asisten Sekda Bidang Ekonomi; Marullah Matali, yang saat ini menjabat Wali Kota Jakarta Selatan; dan Sigit Wijatmoko, yang saat ini menjabat Wali Kota Jakarta Utara.

Menurut Basri, Sri Haryati, yang menjadi penjabat sementara pengganti Sekda DKI, sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Dia menilai Sri Haryati memiliki komunikasi politik yang bagus.

Baca Juga: Jagoan Golkar Menang di 16 Dari 23 Pilkada se-Sumut, Airlangga Telepon Langsung Musa Rajekshah

"Walaupun sebenarnya Sekda sekarang Bu Sri itu menurut Golkar cukup mumpunilah, komunikasi politiknya bagus, pengetahuannya bagus juga menguasai semua," kata Basri.

Tiga calon Sekda tersebut berdasarkan pengumuman Nomor 11 Tahun 2020 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka Jabatan Sekretaris Daerah dan Deputi Gubernur di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020. Pengumuman tersebut ditandatangani oleh Suharti selaku Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020.

Tiga calon tersebut telah diserahkan kepada Kemendagri. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo-lah yang akan menentukan sebagai Tim Penilai Akhir (TPA).

Baca Juga: Jika Keuangan Pemerintah Mampu, Dave Laksono Sarankan Vaksin COVID-19 Digratiskan Semua

"TPA di Presiden RI untuk menentukan satu terbaik dari tiga terbaik yang diusulkan Pemda DKI Jakarta," ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir, Jumat (11/12/2020).

"Pengumuman tersebut sudah direkomendasikan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), dan sudah disampaikan ke Kemendagri RI, selanjutnya ke Presiden RI. Pemda DKI Jakarta tinggal menunggu keputusan dari 3 terbaik, siapa 1 yang menjadi Sekda definitifnya, yang akan dituangkan dalam Keppres RI," ujarnya. {detik}

fokus berita : #Basri Baco #Sri Haryani