13 Desember 2020

Teladan! Bupati Dodi Reza Siap Disuntik Pertama Vaksin COVID-19 di Musi Banyuasin

Berita Golkar - Sebanyak 836.499 vaksin COVID-19 diperkirakan akan datang ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Januari 2021 mendatang. Hal tersebut menyusul setelah Kabupaten Muba mendapat jatah vaksi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI.

Bupati Muba Dodi Reza Alex, mengatakan vaksin COVID-19 diperkirakan pada Januari 2021 mendatang akan mulai didistribusikan ke Kabupaten Muba. Apabila vaksin tersebut telah datang, dirinya siap pasang badan divaksin duluan nantinya, karena bersentuhan langsung sebagai pelayan masyatakat.

"Ya, kalau nanti saya dinyatakan boleh divaksin, saya siap duluan menjadi objek untuk divaksin, demi kesehatan masyarakat Muba,"ujar Dodi, Minggu (13/12/20).

Baca Juga: Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam Meninggal, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe Berduka

Dodi menyatakan siap menjadi objek pertama yang divaksin karena aktifitasnya yang seringkali berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. "Saya ingin menjaga juga agar warga Muba yang berinteraksi dengan saya bisa terhindar dari penularan wabah COVID-19," ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut jangan dinilai karena dirinya kepala daerah lantas mendapatkan jatah vaksin duluan, dirinya ingin meneladani masyarakat agar berani dan siap untuk divaksin.

"Jadi jangan dianggap mentang-mentang Kepala Daerah harus dapat vaksin duluan, ini semata-mata demi menjaga kesehatan kita semua agar terhindar dari wabah COVID-19," ungkapnya.

Baca Juga: 6 Laskar FPI Ditembak Mati, Andi Rio Idris Pandjalangi Tunggu Hasil Investigasi Komnas HAM

Tahap awal diprioritaskan bagi tim medis, kemudian TNI dan Polri serta petugas tenaga sosial. "Kemudian penerima bantuan iuran atau PBI juga jadi prioritas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS menambahkan Muba mendapat jatah 836.499 vaksin dengan sasaran 380.227 warga. "380.227 warga yang menjadi target vaksin, akan dilakukan oleh tim yang berjumlah 555 atau vaksinator,”ujarnya.

Dinkes Muba tengah menyiapkan data sasaran pemerima vaksin, menyiapkan sarana tempat pemyimpanan, petugas pelaksana, dan jumlah pos layanan vaksinasi. Kemudian melakukan sosialisi pelaksanan vaksinasi dan protokol kesehatan di kelompok keluarga, dan menyiapkan tim.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Desak Bawaslu dan Gakumdu Proses Pelanggaran Pidana Pemilu 2020

“Sasaran vaksin nantinya diberikan ke penduduk usia 18-59 tahun dengan kondisi sehat dan tidak ada penyakit bawaan. Sebelum vaksinasi sasaran akan di lakukan anamnesa oleh dokter untuk menentukan dapat di vaksinasi atau ditunda," jelasnya

Ridho Yahya Siap Mati Disuntik Vaksin Virus Corona

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya menegaskan dirinya siap menjadi sample pertama uji coba vaksin virus Covid 19 di kota Prabumulih jika masyarakat tidak mau atau ragu menggunakan vaksin.

"Saya siap jadi yang pertama divaksin kalau masyarakat tidak mau atau ragu," ungkap Ridho kepada wartawan di lantai dasar gedung Pemkot Prabumulih, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Puteri Komarudin Senang Lihat Antusiasme Milenial Menangkan Cellica-Aep di Pilbup Karawang

Ridho mengungkapkan, jika setelah vaksin terjadi apa-apa dan meninggal dunia maka ia siap mati selagi untuk kepentingan masyarakat. "Saya siap, saya yang menjadi contoh, kalau saya meninggal tidak apa-apa, berarti meninggal untuk masyarakat," katanya.

Namun kata Ridho sebaiknya atau seyogyanya didahulukan tim kesehatan dan masyarakat yang mendapat vaksin virus corona.

"Seyogyanya didahulukan vaksin itu adalah petugas kesahtan dan masyarakat dulu karena kalau pemimpin duluan nanti kesannya mau selamat duluan. Tapi kalau semua takut dan minta walikota duluan, saya siap," lanjutnya.

Baca Juga: Menangkan 165 Pilkada, Golkar Jadikan Scientific Politics Sebagai Senjata Andalan

Sementara ketika disampaikan ada kekhawatiran masyarakat terjadi efek demam, sakit dan lainnya akibat vaksin, Ridho mengaku tetap siap. "Kalau saya meninggal ya apa boleh buat, berarti sudah suratan saya meninggal karena vaksin," tuturnya.

Terpisah, Dhino yang merupakan warga Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih mengungkapkan belum berani divaksin dan masih ragu karena belim tau efeknya.

"Saya masih ragu dan belum mau divaksin karena belum tau efeknya, kalau memang pak walikota seperti di media sosial mengungkapkan bersedia duluan maka kita sebagai masyarakat mendukung," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Iwan yang menuturkan belum berani divaksin karena belum teruji. "Memang kematian sudah diatur Allah SWT, namun vaksin ini belum teruji dan saya tidak mau jadi kelinci percobaan," tuturnya. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Dodi Reza Alex