13 Desember 2020

Pasca Kalah di Pilkada 2020, Konflik Internal Golkar Indramayu Kembali Memanas

Berita Golkar - Polemik internal di kubu DPD Partai Golkar Indramayu kembali mencuat seusai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Melalui surat nomor 150/DPD Golkar/XII/2020, DPD Golkar Kabupaten Indramayu meminta persetujuan untuk dilaksanakannya Musyawarah Daerah (Musda) ulang di Kantor DPD Golkar Jawa Barat pada tanggal 16 Desember 2020.

Surat itu ditandatangani oleh Plt Ketua DPD Partai Golkar Indramayu Aria Girinaya dan Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu Hilal Hilmawan per tanggal 11 Desember 2020.

Baca Juga: Walikota Rahmat Effendi Larang Warga Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru 2021

Di sisi lain, sebanyak 18 Pimpinan Kecamatan (PK) menyatakan sikap dan dukungan kepada DPP Partai Golkar untuk mengesahkan hasil Musda X DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu yang sebelumnya sudah digelar. Dalam Musda itu, secara aklamasi, Syaefudin dinyatakan sebagai ketua terpilih pada 16 Juli 2020.

"Kami dari Pengurus PK Kecamatan Arahan bersama 17 PK lainnya, meminta kepada DPP Partai Golkar melalui Mahkamah Partai untuk segera mengesahkan Musda X yang dilaksanakan pada 16 Juli 2020 kemarin," kata Ketua PK Golkar Kecamatan Arahan, Sastro Miharjo kepada awak media, Minggu (13/12/2020).

Sastro Miharjo mengatakan, hal ini sebagai upaya menyelamatkan dan mempertahankan kejayaan Golkar untuk pada agenda politik berikutnya. Mengingat dalam Pilkada Indramayu 2020 kemarin, Paslon Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat kalah setelah keluarnya hasil quick count atau hitung cepat.

Baca Juga: Suhaili FT Ungkap Golkar Menangkan 5 Dari 7 Pilkada se-NTB, Hanya KLU dan Dompu Lepas

Quick count yang dirilis oleh lembaga survei Indikator Politik itu menyatakan Paslon Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim (PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem) sebagai pemenang dengan perolehan suara 37,45 persen.

Sedangkan Paslon Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat yang diusung Partai Golkar berada diurutan kedua dengan 29,35 persen. Kekalahan Partai Golkar pada Pilkada di Pantura Jabar ini pun menjadi pukulan berat setelah sebelumnya kokoh berkuasa selama 20 tahun lamanya.

Sastro Miharjo memandang, telah terjadi kelemahan yang berujung perpecahan di internal Partai Golkar Indramayu sehingga mengakibatkan kekalahan. Perpecahan itu, dinilai dia, berasal dari polemik hasil Musda X yang sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan akhir.

"Jika Mahkamah Partai tidak segera memutuskan secara adil, maka kami pengurus PK dan PD akan menyambangi DPP di Jakarta sebagai bentuk kecintaan kami terhadap partai," ujar dia. {cirebon.tribunnews}

fokus berita : #Sastro Miharjo