14 Desember 2020

Kader Beringin Bertumbangan di 7 Pilkada se-Kalsel, Peluang Tersisa Tinggal di Kotabaru

Berita Golkar - Pil pahit harus ditelan Partai Golkar di Pilkada Kalsel tahun ini. Bagaimana tidak, dari enam daerah Pemilihan, hanya satu daerah yang kadernya berpeluang menang. Sisanya diprediksi kalah.

Daerah yang masih menyisakan harapan Golkar itu adalah Kotabaru. Pasangan Sayed Jafar-Andi Rudi Latif adalah petahana yang diusung Golkar. Meski demikian mereka masih belum jaminan menang. Perolehan suara yang masuk di Sirekap KPU, selisihnya sangat tipis.

Sampai pukul 17.00 Wita kemarin, Ketua DPD Partai Golkar Kotabaru itu yang juga berstatus calon petahana masih unggul sebesar 50,4 persen. Sementara, rivalnya Burhanudin-Bahrudin memperoleh suara sebesar 49,6 persen.

Baca Juga: Kabar Terkini Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji Usai Dinyatakan Positif Terpapar COVID-19

Di lima daerah lainnya, kader Golkar seakan kehilangan taring. Contohnya di Pilbup Kabupaten Banjar, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar, Rusli yang maju berpasangan dengan K.H M Fadhlan, untuk sementara harus mengakui keunggulan lawannya, yakni pasangan Saidi Mansyur-Said Idrus.

Contoh lain, di Pilbup Balangan, calon petahana yang juga Ketua DPD Partai Golkar Balangan, Ansharuddin yang maju berpasangan dengan M Nor Iswan, juga harus mengakui keunggulan lawannya, yakni pasangan Abdul Hadi-Supiani.

Kader Golkar di Pilkada lain yang juga untuk sementara harus mengakui keunggulan lawannya adalah, Saban Effendi. Pria yang menjabat sebagai ketua DPD Golkar Hulu Sungai Tengah (HST) itu, hampir pasti kalah dari pasangan Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri.

Baca Juga: Hari Nusantara, Azis Syamsuddin Ungkap Potensi Bahari Rp.3.000 Triliun Per Tahun Belum Tergali

Di Pilwali Banjarbaru, Ketua DPD Partai Golkar Irwansyah yang maju mendampingi kader senior Partai Golkar, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah juga bernasib sama. Dari hasil hitung sementara, pasangan ini harus mengakui keunggulan Aditya Mufti Ariffin-Wartono.

Nasib yang sama juga harus dirasakan mantan Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin, Ananda. Dia yang maju berpasangan dengan Mushaffa Zakir di Pilwali Banjarmasin, untuk sementara kalah unggul dengan calon petahana Ibnu Sina-Arifin Noor.

Melihat fenomena ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kalsel, Supian HK angkat bicara. Pria yang juga Ketua DPRD Kalsel itu mengaku sangat menyayangkan kader mereka tak bisa berbuat banyak di Pilkada kali ini. “Kami harus evaluasi,” ucapnya.

Baca Juga: Sirekap KPU, Golkar Menangkan 6 Dari 13 Pilkada Kabupaten/ Kota se-Sumbar

Dia tak habis pikir, bagaimana bisa di Pilbup HST, calon mereka kalah dengan calon perseorangan. Begitu juga sebutnya di Pilbup Kotabaru. Sayed Jafar-Andi Rudi Latif yang diusung 10 partai politik malah memperoleh suara dengan selisih sangat kecil atas lawannya.

“Kalau kita bandingkan dengan lawan, harusnya tak ada suara atau nol. Tapi saat ini masih head to head,” ucapnya yang masih yakin petahana akan memenangkan pilkada Kotabaru.

Selain di dua daerah tersebut, Supian juga menyayangkan hasil yang diperoleh kader mereka di Kabupaten Banjar. Calon mereka yang merupakan pemilik suara terbanyak saat Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu sebutnya seakan tak berarti. “Di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru juga demikian. Padahal memiliki suara yang sangat signifikan saat Pileg lalu,” sebutnya.

Baca Juga: Menko Luhut Pamer Ekonomi Digital RI Lampaui Negara-Negara di Kawasan ASEAN

Melihat hasil yang tak signifikan di Pilkada tahun ini, dia menegaskan evaluasi untuk menyongsong Pilkada selanjutnya adalah dengan menempatkan orang-orang yang betul-betul tepat. Supian menyebut, ada tiga yang akan menjadi dasar menentukan calon. Yakni, bukan karena uang, kepintaran dan euforia kesombongan.

Pada penetapan usungan di Pilkada selanjutnya nanti dia menjanjikan akan dilakukan seleksi sangat ketat. Tak hanya mendengar masukan dari masyarakat, juga tak menetapkan sewenang-wenang dengan meminta langsung SK dari DPP Partai Golkar. “Kami sangat menyesalkan, ada yang “nyolonong” ke DPP. Hal ini harus dihindari,” tandasnya. {kalsel.prokal}

fokus berita : #Supian HK