14 Desember 2020

Azis Syamsuddin Dukung RUU Ekonomi Syariah Lebih Berpihak Pada UMKM

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR RI menyatakan DR. H.M. Azis Syamsuddin, SH.,SE.,MAF.,MH, menyatakan dukungan terhadap RUU ekonomi Syariah dan siap mendukung. Yang terpenting adalah memastikan bahwa RUU ekonomi Syariah ini harus pro terhadap UMKM dan memprioritaskanya. Karena selama ini kontribusi lapangan pekerjaan dan ekonomi negara terbanyak berasal dari UMKM.

“Nantinya, RUU Ekonomi Syariah juga harus mendorong sosialisasi yang lebih luas bahwa membayar zakat dapat mengurangi pajak,” kata Wakil Ketua dari Fraksi Partai Golkar ini dalam audiensi dengan Rabu Hijrah melakukan audiensi bersama Dr. H.M. Azis Syamsuddin, SH.,SE.,MAF.,MH.

Baca Juga: Sirekap KPU Catat Kader Golkar Hanya Menangkan 4 Dari 9 Pilgub 2020, Ini Daftarnya

Turut pula hadir Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan dan Rachmat Gobel, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Industri dan Pembangunan. Tujuan dari audiensi ini adalah untuk menyerahkan Naskah Akademik dan Konsepsi RUU Ekonomi Syariah serta meminta dukungan terhadap RUU Ekonomi Syariah agar bisa masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas.

Sebagai sektor yang sudah hadir di Indonesia sejak 1991, ekonomi Syariah telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun demikian, sampai hari ini, perangkat regulasi perundang-undangan yang mengatur hal tersebut masih terbatas.

Padahal, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi ekonomi Syariah yang sangat besar pula.

Baca Juga: Teladan! Bupati Dodi Reza Siap Disuntik Pertama Vaksin COVID-19 di Musi Banyuasin

Hal ini didukung dengan jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang terbesar di dunia, yaitu 87 persen dari total 267 juta jiwa. Menyadari bahwa potensi ekonomi Syariah yang besar tersebut, Rabu Hijrah berkomitmen untuk mendukung terwujudnya RUU Ekonomi Syariah yang akan menjadi UU payung (umbrella act) yang menaungi semua UU sektoral di bidang ekonomi Syariah.

“Selama ini, peraturan tentang ekonomi Islam masih jalan sendiri-sendiri, oleh sebab itu perlu ada suatu Undang-undang yang memanyungi semuanya. Selain itu, perlu ada dorongan serta dukungan dari pemerintah agar Indonesia tidak kalah saing dengan negara lain dalam hal ekonomi Syariah," kata Arief Rosyid Hasan, Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri.

Rachmat Gobel mengatakan, bahwa RUU Ekonomi Syariah ini harus didukung guna mendorong berkembangnya pengusaha muda Islam dan UMKM di Indonesia. “Saya ingin banyak program yang mengedepankan usaha-usaha lokal, terutama pada pengusaha muda dan UMKM,” tukasnya.

Baca Juga: Sirekap KPU Catat Kader Golkar Hanya Menangkan 4 Dari 9 Pilgub 2020, Ini Daftarnya

Selain itu, Rachmat memberikan saran agar adanya peta potensi ekonomi dan usaha pemuda Islam sebagai upaya pengembangan ekonomi Indonesia ke depannya.

Pada akhirnya, akselerasi Ekonomi Syariah memerlukan setiap sektor dan lini masyarakat untuk bahu-membahu demi tercapainya potensi yang maksimal dan berpihak pada rakyat. Ke depannya, Azis Syamsuddin dan Rachmat Gobel siap mendampingi dan mendukung Rabu Hijrah dalam menyuarakan substansi RUU Ekonomi Syariah. {suaramerdeka}

fokus berita : #Azis Syamsuddin