17 Desember 2020

Melki Laka Lena Dorong Industri Rokok Minimalisir Dampak Negatif Kesehatan

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong industri rokok dapat menyempurnakan dirinya dapat dengan meminimalisir dampak negatif untuk kesehatan. Pihaknya menilai, industri ini tidak bisa ditutup begitu saja, sebab banyak memperkerjakan tenaga kerja dan memberikan sumbangan APBN yang besar.

"Dari aspek kesehatan tadi bersama kita bahas bahwa rokok ini memang ditengarai dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, kita dorong agar diminimalisir. Sedangkan potensi ekonomi dari industri rokok mereka besar sekali, kurang lebih 70 trilyun untuk sumbangan APBN," ujar Melki usai memimpin Tim Kunker Komisi IX DPR mengunjungi PT. HM Sampoerna Tbk, Senin (14/12/2020).

Baca Juga: Banyak Kecurangan di Pilbup Tasikmalaya, Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos Gugat ke MK

Politisi Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, pihak PT. HM Sampoerna sendiri memang sudah serius dalam mengurangi dampak negatif dari rokok, terbukti dari riset yang saat ini dilakukan seperti membuat teknologi rokok elektrik tanpa asap. Ia meminta riset tersebut terus dilakukan dan disempurnakan.

"Tadi saat pertemuan kita diperlihatkan hasil dari penelitian produk rokok elektrik tanpa asap yang tidak terlalu serius menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan. Hal seperti ini mesti kita dorong, agar upaya dari WHO dan Kementerian Kesehatan RI untuk bisa menekan orang yang terdampak karena poersoalan merokok bisa teratasi,"imbuhnya.

Selain itu, Legislator Dapil NTT II juga mengapresiasi komitmen PT. HM Sampoerna terhadap pegawainya, karena di masa pandemi ini tidak melakukan pengurangan jumlah karyawan. Ia melanjutkan, walaupun ada pengurangan jam kerja, namun hak-hak pegawai tetap tidak ada yang dikurangi.

Baca Juga: Bamsoet Ungkap Tiga Tantangan Indonesia Sebagai Center of Gravity Komunitas Global

"Kita melihat PT. HM Sampoerna ini mungin karena sudah berdiri lama yah, sehingga walaupun ada pandemi Covid-19 tidak terlalu terkena dampak yang signifikan."

"Meskipun begitu, Komisi IX tetap menyuarakan dan memastikan urusan-urusan kesejahteraan karyawan harus tetap diperhatikan terus. Dan saya mengingatkan jangan lupa tanggung jawab perusahaan untuk bangsa dan negara perlu dioptimalkan," tutupnya. {dpr}

fokus berita : #Melki Laka Lena