17 Desember 2020

Tendensi Menghina, Ace Hasan Minta Hentikan Penggunaan Istilah Cebong, Kadrun dan Kampret

Berita Golkar - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta untuk menghilangkan istilah 'kadrun' dan 'kampret' karena dinilai melecehkan Tuhan. Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, setuju dengan permintaan Gatot tersebut. Ace juga meminta istilah lainnya yang menghinakan seseorang untuk ikut dihilangkan.

"Dari sejak awal, saya tidak setuju jika menyebut seseorang dengan tendensi merendahkan dan menghina. Istilah kadrun atau kadal gurun, dan juga kampret kan sebetulnya memiliki konotasi negatif," kata Ace kepada wartawan, Kamis (17/12).

Pejabat Kemensos Kena OTT KPK Terkait Bansos Covid-19, Golkar: Mengkhianati Kepercayaan Presiden Jokowi. "Bukan hanya kadrun dan kampret, namun juga istilah-istilah lain, seperti cebong, dungu, kodok, lonte, dan lain-lain yang memiliki tendensi menghinakan seseorang," imbuhnya.

Baca Juga: Taufan Pawe Tunjuk Lima Plt Ketua DPD II Baru Segera Gelar Musda, Ini Daftarnya

Ace meminta penghentian istilah tersebut tidak hanya karena ajakan dari Gatot semata. "Bukan karena ajakan dari Pak Gatot Nurmantyo ya kita menghentikan penggunaan dua istilah itu, tapi memang sudah seharusnya kita menghindari ucapan-ucapan yang memiliki konotasi menghina atau merendahkan seseorang," ujarnya. 

Ace menyebut dalam agama Islam sudah diajarkan untuk tidak memanggil orang lain dengan istilah yang menghina.

"Di dalam ajaran agama Islam, terutama dalam surat al-Hujurat ayat 11 disebutkan: 'wa l? tan?baz? bil-alq?b', 'janganlah kalian memanggil dengan panggilan yang buruk'. Kedua istilah itu memiliki kesan yang kuat adanya menghina dan merendahkan sesama manusia," pungkasnya.

Baca Juga: Juliyatmono Puas Golkar Bisa Menang Besar 17 Dari 21 Pilkada Serentak se-Jateng

Sebelumnya, Gatot melalui video yang diunggah akun Instagramnya, meminta untuk menghilangkan istilah 'kadrun' dan 'kampret'.

"Dalam kesempatan ini juga saya mengimbau, secara tidak sadar ataupun sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, kita anak bangsa ini sudah merendahkan bahkan melecehkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mempunyai sebutan masing-masing ada yang menyebutkan kadrun, ada yang menyebutkan kampret, itu kan nama binatang, padahal itu ciptaan Tuhan, manusia kita semua," kata Gatot dalam video.

"Mari kita sama-sama bernegara dengan santun. Hilangkan kata-kata seperti itu. Kembalilah kepada bangsa Indonesia yang berbudaya tinggi. Memanggil dengan kata 'mas', 'kakak', 'abang', panggilan 'ucok' dan sebagainya, sehingga bangsa lain melihat kita bangsa yang terhormat," tutur Gatot. {jitunews}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily