22 Desember 2020

Reses di Sekadau, Adrianus Asia Sidot Bahas Kendala Akses Internet Untuk PJJ di Kalbar

Berita Golkar - Anggota DPR RI Komisi X, Fraksi Partai Golkar, Adrianus Asia Sidot laksanakan reses di Kabupaten Sekadau, bahas sejumlah isu hangat terkait pendidikan, tenaga honorer, olahraga dan pariwisata. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan reses di Kabupaten Sekadau, yang digelar di ruang serbaguna Kantor Bupati Sekadau, Selasa 22 Desember 2020.

Terkait isu-isu pendidikan, Sidot memulai pembahasan dari pembelajaran jarak jauh (daring) yang hampir selama tahun 2020 dilaksanakan akibat adanya pandemi Covid-19.

Yang kemudian diakhir tahun 2020, muncullah surat keputusan bersama 4 Menteri untuk memulai kembali proses pembelajaran tatap muka di sekolah, pada tahun 2021 dengan sejumlah syarat, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, bagi wilayah di berzona hijau dan kuning, juga atas izin Kepala Daerah dan orang tua siswa.

Baca Juga: Banyak Indikasi Kecurangan, Mahyunadi-Lulu Kinsu Harap MK Putuskan PSU di Pilkada Kutai Timur

Menurutnya, proses pembelajaran itu penting mengingat ada sejumlah daerah di pedesaan yang kasus Covid-19 hingga saat ini nihil. Sedangkan daerah-daerah terpencil yang tersebut tetap harus mengikuti proses pembelajaran secara daring sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Proses pembelajaran jarak jauh itupun menjadi cukup sulit mengingat masih banyak daerah-daerah yang tidak memiliki akses internet. "Sehingga anak-anak ini seperti libur panjang, tidak ada proses belajar mengajar, karena mau ikut daring tidak ada jaringan, mau ke sekolah, sekolahnya masih di tutup," ungkapnya.

Sehingga dengan adanya kebijakan yang dituangkan dalam SKB 4 Menteri tersebut, maka mulai semester genap 2021, diperbolehkan melakukan pembelajaran secara terbatas dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Kalahkan PDIP dan Demokrat, Golkar Juara Umum Pilkada 2020 se-Sumut

Selanjutnya, Sidot juga membahas mengenai peta jalan pendidikan, yang saat ini baru dirancang untuk model-model pembelajaran kedepan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama yang berkaitan dengan literasi, penerasi dan sains.

"Menurut penelitian dari badan Organisation for Economic Co-operation and Development, Indonesia berada pada kuadran terbawah, dari 177 negara yang disurvei tahun 2018, kita berada di urutan 172," ujarnya.

Kemudian terkait permasalahan guru honorer, Sidot menyebut saat ini sudah berjalan program guru honorer menjadi P3K, dimana ada 34954 orang guru honorer yang sudah masuk K2, dan akan segera diangkat menjadi P3K. Program tersebut merupakan program nasional dari kementerian Pendidikan.

Baca Juga: Airin Rachmi Diany Minta KPPG Jawa Tengah Tetap Jaga Soliditas Usai Dilantik

Pada bidang Olahraga, Dirinya menuturkan saat ini Komisi X DPR RI juga sedang menyusun perubahan UU no 3 tahun 2005 tentang sistem olahraga nasional, yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi olahraga nasional. Karena melalui olahraga tidak hanya dapat mengangkat nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga membuka lapangan kerja.

Mengenai pariwisata, Sidot menjelaskan pemerintah sudah mencanangkan pariwisata menjadi sektor andalan, sebagai penghasil devisa nomor 1 pengganti migas, karena peran migas saat ini semakin berkurang.

Namun dengan munculnya pandemi Covid-19, maka rencana itu gagal, lantaran sektor pariwisata juga menjadi bagian yang paling parah terdampak, dimana hotel dan penginapan kosong, penerbangan stop, dan perjalanan di banyak yang diberhentikan sementara.

Baca Juga: Tetty Paruntu dan Sehan Landjar Syukuri Kemenangan di 3 Wilayah Bolaang Mongondow Raya

"Nah bagaimana membangun kembali baik di masa Covid-19 dan setelah Covid-19, yang paling utama itu adalah kesehatan, keselamatan, dan keamanan para wisatawan. Nanti kita akan mulai dengan wisatawan dalam negeri, dengan prinsip CHSE," tandasnya.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dan narasumber dalam hal ini Adrianus Asia Sidot. {pontianak.tribunnews}

fokus berita : #Adrianus Asia Sidot