23 Desember 2020

Prabowo-Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Ahmad Doli Kurnia Tegaskan Rivalitas Pilpres 2019 Telah Usai

Berita Golkar - Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung turut merespons terpilihnya Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Adapun penunjukkan Sandi ini berarti, dua rival Presiden Jokowi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, resmi menjadi pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto sudah lebih dulu ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan.

Kini Jokowi menunjuk Calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Doli menuturkan, masuknya Sandi di dalam koalisi membuktikan persaingan atau rivalitas Pilpres 2019 telah usai.

Baca Juga: Jadi Menteri Agama, Ace Hasan Minta Yaqut Cholil Qoumas Tebar Moderasi Beragama

"Sandiaga Uno masuk menjadi salah satu menteri ini menegaskan urusan baper-baperan atau rivalitas Pilpres 2019 sudah finish," kata Doli dalam diskusi daring, Rabu (23/12/2020).

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak lagi mengaitkan Prabowo-Sandi sebagai kompetitor. Sebab, kedua elit Politik Partai Gerindra itu telah menyatu dalam koalisi untuk bersama-sama membangun negeri.

"Tidak ada lagi kata Prabowo dan Sandi sebagai kompetitor. Karena mereka masuk bagian Kabinet Indonesia Maju dibawah kepempimpinan Jokowi-Makruf," kata Ketua Komisi II DPR RI ini.

Baca Juga: Menang 80 Persen di Pilkada se-Jateng, Panggah Susanto Ungkap Peran Penting AMPG dan KPPG

Selain itu, Doli menuturkan, masuknya Sandi dalam Kabinet Jokowi-Makruf juga bisa diartikan sebagai pengakuan. Yakni pengakuan tentang keputusan yang meyangkut hajat hidup orang banyak, mutlak berada di tangan Presiden.

"Sebenarnya ini juga sebagai pengakuan bahwa Presiden itu powerful, (keputusan apapun) ada di tangan Pak Jokowi. Jadi seharusnya tidak adalagi kelompok-kelompok yang terbawa soal rivalitas Presiden," tutur Doli.

Penunjukkan Prabowo-Sandi jadi Menteri dinilai khas Politik Indonesia. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi juga ikut angkat bicara mengenai penunjukkan tersebut.

Baca Juga: Mujib Rohmat Ajak Tokoh Masyarakat Weleri Ikut Lestarikan Nilai-Nilai Pancasila

Menurutnya, ia tidak kaget atas penunjukan dua rival Jokowi, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menjadi Menteri. Sebab, penunjukkan tersebut memang dinilai 'khas' dari politik Indonesia.

"Memang ini sangat tipikal politik Indonesia, jadi arena pertarungan hanya terjadi waktu competition electoral, waktu Pilpres atau Pileg saja. Tapi setelah itu, partai-partai semua orientasinya sama, yaitu office seeking," kata Burhanuddin dalam tayangan Kompas TV, Selasa (22/12/2020).

Direktur Public Affairs di Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini juga menuturkan, politik di Indonesia tidak terlalu terikat pada ideologi. Namun lebih mengarah kepada office seeking atau upaya memburu jabatan. Untuk itu, Burhanuddin tidak mempermasalahkan adanya 'rival' yang beralih menjadi 'kawan'. Asalkan, tidak semua partai politik ditarik untuk mengisi jabatan di pemerintahan.

Baca Juga: Ini Cara Produktif IIPG Musi Banyuasin Peringati Hari Ibu

"Menurut saya, yang penting tidak seluruh kekuatan partai politik di DPR ditarik ke dalam koalisi. Karena kalau itu terjadi, maka terjadi politik kartel yang sempurna. Paling tidak ada tiga partai yang disisakan berada di luar pemerintahan, yaitu Partai Demokrat, PKS dan PAN," kata Burhanuddin.

Bila sampai politik kartel terjadi, maka pemilih dianggap tidak lagi berfungsi dengan baik. Sebab, pemilih seharusnya menjadi oposisi yang memberikan tawaran kebijakan alternatif untuk pemerintah.

Jokowi Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi resmi melantik 6 menteri baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Selain melantik menteri, Presiden juga melantik lima wakil menteri baru yang mengisi Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga: 2021 Tahun Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga: Saatnya Kembali Bekerja Manfaatkan Peluang

Jokowi melantik Letjen TNI Muhammad Herindra menjadi Wakil Menteri Pertahanan. Edward Komar Syarief dilantik menjadi Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lalu, Dante Saksono Harbuwono menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

Harfiq Hasnul Qalbi sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Pahala Nugraha Mansyuri sebagai Wakil Menteri BUMN. Adapun Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12/2020).

Dalam pengumuman itu, Jokowi mengenalkan enam orang nama sebagai menteri-menteri baru di Kabinet Jokowi-Mak'ruf. Pertama, Jokowi menyebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari P Batubara.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Desak Isu Suap Posisi Manajer Timnas U19 Diungkap Tuntas

Kedua, Jokowi menyebut Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama.

Ketiga, Jokowi menyebut Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Keempat, Jokowi menyebut Yaqut Cholil Quomas atau lebih dikenal sebagai Gus Yaqut sebagai Menteri Agama menggantikan posisi Fachrul Razi.

Kelima, Jokowi menyebut Wahyu Sakti Trenggono menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Keenam dan terakhir, Jokowi menyebut M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto. {tribunnews}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia