24 Desember 2020

Agun Gunandjar Sudarsa Ingatkan Masyarakat Jangan Lagi Pertentangkan Perbedaan

Berita Golkar - Politisi Senior Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi mempertentangkan sebuah perbedaan.

Menurutnya, dengan adanya perbedaan, manusia dapat bersatu bersama untuk mencapai suatu kebahagiaan sesama insan mahluk Tuhan untuk meraih kesempurnaannya.

"Diri kita adalah makhluk ciptaan Tuhan, bahwa dunia ini ada yang berkuasa dan menguasai. Allah SWT telah menciptakaan perbedaan," tutur Agun di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga: Dikelola Amanah dan Independen, John Kenedy Azis Bantah Dana Haji Dipakai Bangun Infrastruktur

Lebih lanjut, Agun menyebut, perbedaan itu akan ada pergerakan-pergerakan kehidupan ekonomi termasuk kebahagiaan terhadap perbedaan tumbuh-tumbuhhan subur karena banyak jenis musim kemarau, hujan.

"Manusia juga bahagia karena perbedaan jenis kelamin yang berbeda. Sehingga menurut hemat kami, untuk apa kita mempertentangkan perbedaan," ujarnya.

Dengan demikian, Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI ini mengajak seluruh masyarakat untuk bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan satu sama lainnya.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Harap 6 Menteri Baru Jokowi Mampu Bangun Kerjasama Tim

"Seperti lima jari yang diciptakan, kita (contoh) ini berada di jari tengah, kiri dan kanan dua yang berbeda dan perbedaan itu keniscayaan, lahir kembar sekalipun pasti berbeda, artinya mengingatkan kita bersama, untuk apa kita membuat pertentangan perbedaan," tegasnya.

"Jadi untuk apa kita selalu ribut selalu bertengkar karena sesungguhnya tidak ada mungkin persamaan yang hakiki, tapi justru yang hakiki itu bagaimana kita mencitpakan sebagai umat tuhan, betul-betul kita hidup untuk meraih kesempurnaan," imbuhnya.

Di samping itu, Agun juga mengingatkan soal makna dari Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia, yaitu berbeda tapi semua sama-sama ciptaan Tuhan.

"Jadi kita mengabdi pada satu, untuk negara, untuk kehidupan keagamaan pada tuhan yang maha esa, karena sesungguhnya agama apapun Tuhannya dia-dia juga ga mungkin tuhannya itu Dua," tandasnya. {akurat}

fokus berita : #Agun Gunandjar Sudarsa